BOYOLALI, bhayangkaraperdananews.com – Pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan oleh Kominfo kabupaten Boyolali dalam rangka sosialisasi cukai dan pangan bertempat di balai desa Repaking kecamatan wonosamudro kabupaten Boyolali Jawa tengah, pagelaran wayang kulit ,yang dihadiri Bupati/yang mewakilinya ketua Kominfo, Kadinas Pendidikan Boyolali, camat beserta Forkompincam Kecamatan Wonosamudro, pagelaran tidak hanya menghibur warga Repaking dan sekitar tapi juga nguri uri budaya yang hampir punah dikarenakan dua tahun lamanya kita dilarang mengadakan pagelaran karena pandemik covid-19, (24/09/2022).
Pagelaran wayang kulit dengan antusias masyarakat sampai berjubel memadati jalan diselingi pentas seni kreasi anak SD 2 Desa Gunungsari Erik Setiawan didampingi pengawas sekolah Parwanto, dengan suara emasnya “Ojo di banding bandingke”, sempat memukau penonton, seakan tak percaya, suara merdunya mirip farel dari Bayuwangi.
Pagelaran wayang kulit sampai saat ini masih digemari masyarakat apalagi diselingi oleh campursari dan dangdut membuat kaum milenial antusias tidak beranjak dari tempat duduknya, kepiawaian penyelenggara menyisipkan penyuluhan tentang bea cukai dan ketahanan pangan.
Kepala Desa Repaking Jumiren beserta semua perangkat desa, juga lembaga desa, LPMD, RT/ RW, BPD, bersinergi membantu pelaksanaan pagelaran wayang kulit, sehingga sukses jam 01.00 wib malam
Ditemui media, Kepala Desa Repaking Jumiren mengatakan,”kegiatan pentas seni seperti ini sangat bermanfaat bagi warganya, warga merasa terhibur juga adanya bazar UMKM sehingga masyarakat mendapat penghasilan, dan perokonomian dari masyarakat kecil bergiat lagi seperti sebelum covid-19, Tuturnya. (MBPN-Muhtarom)
