• Fri. May 15th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Patungan Perbaiki Jalan Blungun–Gubuk Payung Wujud Tanggung Jawab Bersama

BLORA | bhayangkaraperdananews.com – Tindakan nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial ditunjukkan oleh para pelaku usaha kehutanan di wilayah BKPH Blungun KPH Cepu. Mandor Tebang bernama Agus bersama para pedagang kayu setempat mengumpulkan dana secara patungan untuk membeli sertu guna menambal dan memperbaiki jalan penghubung kawasan hutan Blungun – Gubuk Payung yang rusak dan berlubang. Kerusakan jalan ini diakibatkan oleh aktivitas kendaraan pengangkut hasil hutan berupa truk apur yang melintas setiap hari.

Jalan penghubung Blungun–Gubuk Payung belakangan ini kondisinya memprihatinkan. Banyak lubang besar dan permukaan jalan yang tidak rata muncul di sepanjang jalur, dampak langsung dari truk apur yang beroperasi setiap harinya. Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan akses kendaraan lain dan warga yang melintas, tetapi juga berisiko menimbulkan kecelakaan, serta menghambat kelancaran distribusi hasil hutan itu sendiri.

Melihat kondisi jalan yang semakin rusak dan menyulitkan banyak pihak, Mandor Tebang Agus berinisiatif mengajak seluruh pedagang kayu yang beroperasi di wilayah binaan Asper Blungun untuk bergerak bersama. Mereka sepakat mengeluarkan dana pribadi secara patungan khusus untuk membeli sertu dan material lain yang dibutuhkan. Tidak hanya menyediakan bahan, mereka juga terjun langsung membantu proses pengerjaan menambal lubang-lubang tersebut hingga permukaan jalan kembali rata, padat, dan aman dilalui.

“Kami sadar betul, kerusakan jalan ini imbas dari aktivitas truk Apur kami yang lewat sehari-hari. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab kami untuk memperbaikinya kembali. Kami patungan beli sertu, kami kerjakan sama-sama, sebagai wujud tanggung jawab agar jalan tetap bisa dimanfaatkan bersama dan tidak merugikan masyarakat sekitar maupun pengguna jalan lain,” ujar Agus, Rabu 13 Mei 2026.

Pihak Asper (Asisten Perhutani) Blungun, Sukono, memberikan apresiasi tinggi dan penghargaan atas langkah nyata yang diambil oleh Agus dan para pedagang kayu tersebut. Menurutnya, tindakan ini menjadi contoh teladan tentang bagaimana para pelaku usaha kehutanan memahami kewajiban menjaga fasilitas umum dan akses jalan yang digunakan, serta mampu menyeimbangkan kegiatan ekonomi dengan kepentingan masyarakat luas dan kelestarian fasilitas.

“Sangat kami apresiasi kepedulian dan rasa tanggung jawab yang ditunjukkan. Ini membuktikan bahwa hubungan kerja sama antara pengelola hutan, pelaku usaha, dan masyarakat berjalan harmonis dan saling mendukung. Kerusakan jalan memang konsekuensi dari aktivitas angkutan hasil hutan, namun kesadaran untuk memperbaiki kembali adalah nilai tambah yang sangat positif. Hal ini akan kami dorong agar menjadi kebiasaan dan budaya di setiap kegiatan pemanfaatan hasil hutan di wilayah binaan Asper Blungun,” ungkap Sukono.

Warga sekitar dan pengguna jalan pun menyambut gembira serta berterima kasih atas perbaikan jalan tersebut. Mereka berharap semangat tanggung jawab dan kepedulian seperti ini terus terjaga, sehingga akses jalan rute Blungun–Gubuk Payung tetap terpelihara dengan baik, aman, dan nyaman digunakan oleh semua pihak, baik untuk keperluan usaha maupun keperluan warga sehari-hari. (MBPN-ISMAN)