JATENG | bhayangkaraperdananews.com – Bertempat di petak 39N RPH Cipanas BKPH Paguyangan KPH Pekalongan Barat melaksanakan kegiatan pelatihan pencangkokan pinus pada tanggal 12 Juli 2023, hadir pada acara tersebut Administratur KKPH Pekalongan Barat Haris Setiana Ssi Msi, Kasi Binhut KPH Pekalongan Barat Pirmansyah SE, hadir pula Nara Sumber dari Peneliti Pefi Muhammad Sidik.

Peserta pelatihan pencangkokan pinus di ikuti pula oleh perwakilan KRPH, Kepala Urusan Tehnik Kehutanan Umum, Mandor Tanam, LMDH dan Mahasiswi Unsud Purwokerto.
Dalam sambutannya Administratur KKPH Pekalongan Barat Haris Setiana Ssi Msi menyampaikan KPH Pekalongan Barat memiliki keluasan Tanaman yang tiap tahunnya bervariasi di tahun 2023 ini kita memiliki keluasan sebesar 901, 47 ha belum lagi di tambah tanaman tahun 2022, 2021 yang perlu kita kawal keberhasilannya karena Tanaman merupakan Aset Perusahaan yang apabila gagal kita harus mempertanggungkannya kepada Perusahaan, supaya tanaman ini tidak gagal maka kita perlu mencari inovasi baru cara pembuatan bibit pinus karena selama ini kita hanya bertumpu kepada pembuatan bibit pinus di lokasi pembibitan yang di sentralkan di satu tempat di mana proses pembuatannya berasal dari biji pinus kemudian di semai untuk di jadikan bibit yang membutuhkan proses lama dan juga membutuhkan pembiayaan yang mahal dengan adanya pola baru atau terobosan baru dari Perhutan Forestry Institut (Pefi) di harapkan keberhasilan tanaman akan lebih baik karena inovasi yang baru ini menggunakan pola pencangkokan tegakan pinus yang sudah berumur 5 tahun di samping itu pula efisiensi terhadap biaya pembuatan bibit pinus, untuk itu saya mengharapkan kepada peserta yang mengikuti pelatihan ini tolong betul2 di pahami dan ilmunya agar di tularkan kepada teman2 yang tidak mengikuti pelatihan hari ini, teman2 yang di tunjuk mengikuti pelatihan hari ini merupakan peserta yang terbaik di tunjuk oleh Aspernya sebagai guru atau dosen sehingga wajib setelah pulang dari pelatihan ini untuk menularkan Ilmu kepada teman2 KRPH dan Mandor yang lainnya.
Saya meminta kepada peserta pelatihan agar langsung di praktekan di daerahnya masing-masing karena ini sangat penting bibit hasil cangkokkan pinus agar kita memiliki cadangan sehingga tidak hanya meng andalkan bibit dari lokasi Persemaian dan saya minta setiap Resort Pemangkuan Hutan yang memiliki tanaman agar membuat pencangkokkan pinus yang nantinya dapat di gunakan untuk sulaman. ujar Administratur KKPH Pekalongan Barat Haris Setiana Ssi Msi mengakhiri sambutannya.
Menurut Muhammad Sidik petugas peneliti dari Pefi saat penyampaian materi latar belakang dengan adanya inovasi pencangkokan ini adalah benih bocor getah secara kuantitas belum mencukupi, bibit pinus yang berasal dari benih mudah di serang hama penyakit serta butuh waktu perawatah cukup lama dan ekstra, biaya pembuatan bibit vegetatif konvensional di persemaian relatif mahal dan penanaman bibit bocor getah belum luas di KPH, di latar belakangi hal tersebut Perhutani Forestry Institut (Pefi) menemukan inovasi baru guna memangkas biaya pembuatan bibit pinus lebih murah yaitu dengan pola pencangkokkan pinus bocor getah atau pada lokasi tegakkan pinus yang bukan bocor getah yang mana nantinya bibit dari hasil pencangkokan pinus dapat di gunakan untuk tanaman dan sulaman harapan yang lain akan tercapai Sasaran Perbaikan, hasil yang di capai, meningkatkan efektivitas pembangunan tanaman pinus bocor getah di KPH, hasil yang di capai bibit vegetatif pinus lebih banyak di peroleh, waktu yang di butuhkan lebih pendek hanya 4 sd 5 bulan, dapat mencukupi kekurangan bibit asal benih di persemaian yang gagal akhir tahun, dampaknya pembangunan tanaman pinus bocor getah lebih luas, adapun sasarannya adalah metode cangkok pinus bocor getah dapat langsung ditanam, ujar Muhammad Sidik petugas peneliti dari Pefi mengakhiri penyampaian materinya.
Acara selanjutnya praktek pembuatan cangkok pinus bocor getah dan pembuatan steck pucuk pinus di mana prosesnya melalui penangkaran terlebih dahulu di Persemaian masing-masing peserta di minta untuk membuat pencangkokan pinus sebanyak 50 batang dengan menggunakan media cocovid yang mana isi nya Topsoil dan pupuk di masukan ke plastik. (MBPN-Tarom)
