SALATIGA | bhayangkaraperdananews.com – Widya Sari Institute Salatiga, untuk sekian kalinya ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kota Salatiga untuk melatih guru guru TK SD dan SMP Kota Salatiga untuk mempersiapkan Perkulihan PPG Dalam Jabatan (guru tertentu) dari Dirjend Guru dan Tenaga Pendidikan. Kegiatan dilaksanakan tiga hari dari 1-3 September 2026 dilaksanakan di Aula Disdik Salatiga, diikuti oleh 82 peserta, baik guru TK SD dan SMP dari berbagai bidang studi.

Kegiatan dibuka resmi oleh Mudjiati, M.Pd Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga dalam sambutannya, beliau menyatakan Pendidikan Profesi Guru adalah jalan untuk memperoleh jabatan guru yang professional, keprofesionalan guru tidak sekedar mendapatkan selembar serifikat profesi guru, tidak juga hanya sekedar tunjangan profesi guru bagi yang bersangkutan, lebih dari itu Program PPG harus berdampak positif bagi para murid untuk menuju perkembangan intelektual, sosial dan kepribadian, oleh karena itu Dinas Pendidikan Kota Salatiga berkolaborasi dengan Widya Sari Institute untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi guru-guru di Kota Salatiga untuk mempersiapkan menjalani perkuliahan PPG Guru Dalam Jabatan (Guru Tertentu), lebih lanjut Mudjiati, M.Pd menjelaskan berdasarkan catatan kami Kerjasama dengan Widya Sari Institute dalam pendampingan ini sangat berhasil, guru-guru dari Kota Salatiga yang mengikuti perkuliahan PPG Dalam Jabatan di berbagai perguruan tinggi lulus 100%. Di era digital seperti ini setiap guru dituntut untuk selalu belajar menguasai ilmu pengetahuan dan mampu mentrasformasikan ilmu kepada peserta didik, dengan kata lain setiap guru harus profesional. Langkah tepat untuk menuju profesional adalah mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) secara resmi yang di selenggarakan oleh Dirjend GTK melalui beberapa LPTK yang ditunjuk.
Lebih lanjut Direktur Widya Sari Institute Salatiga, Assc.Prof. Dr. Tri Widiarto Soemardjan, menugaskan 4 trainer untuk melatih para guru tersebut yaitu : Dr. Dani Kusuma, Dr. Andeas Kosasih, Dr. Dwi Susilowati, Esther Arianti, M.Pd.
Dalam sambutan pembukaan kegiatan, Tri Widiarto Soemardjan menjelaskan Program PPG dari Dirjend GTK dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan dn perkembangan baik subtansi materi pembelajaran mupun strategi dan metoda pembelajaran dalam rangka mengikuti gerak dan irama pendidikan, oleh karena itu langkah Dinas Pendidikan Salatiga dalam upaya mempersiapkan para guru untuk memasuki PPG adalah langkah yang cerdas. Dengan demikian para guru telah diberi bekal dan pada akhirnya diharapkan dapat mengikuti perkuliahan dengan baik.
Materi pembekalan terbagi dalamt tiga bagian, pertama: materi tentang teknis praktek perkuliahan, yang kedua, materi substansi perkulihan, dan yang ketiga materi tentang pengembangan menjadi guru professional. Materi-materi meliputi : Mekanisme UKPPG-Guru Tertentu, Sistem UKPPG 2026, Ruang Lingkup UTBK PPG 2026, Kompetensi Pedagogik Guru Profesional, Pendekatan Pembelajaran, Nasionalisme-Multikulturalisme Indonesia serta materi pengembangan Guru Profesional yaitu Metoda Penulisan Modul Ajar dan PTK
Peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut. Sebelum pelatihan dilaksanakan Pre Test dan setelah pelatihan dilakukan Post Test. Hasil Post Test menunjukkan peningkatan yang signifikan. Ini berarti pelatihan membuahkan hasil yang baik. Pada akhir pelatihan dipilih 5 peserta dengan hasil terbaik dan mendapat hadiah dari Dinas Pendidikan Salatiga.

Pada akhir kegiatan, acara ditutup resmi oleh Kepala Bidang PTK Dinas Pendidikan Salatiga, Sutomo, M.Pd dan berpesan agar para guru tetap bersemangat dan terus mengembangkan ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan untuk bekal memasuki perkuliahan PPG, diharapkan Program Pendampingan ini yang terakhir dan diharapkan semua guru di Salatiga telah mendapatkan sertifikat Profesi Guru. Program Kerjasama dengan Widya Sari Institute akan dikembangkan untuk program lain dalam pengembangan profional guru. (MBPN Salatiga -Yahyo)
