• Sab. Des 4th, 2021

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Pengawal Kades Desa Tahunan Bawa Senpi Di bekuk Polres Rembang

Byadmin

Okt 25, 2021

Rembang, bhayangkaraperdananews.com – Kapolres Rembang AKBP Dandy Ariyo Yustiawan mengelar Presrilis dengan kepemilikan Senpi Ilegal atau tak berijin, di halaman Polres Rembang, Senin,25/10/2021

Kapolres Rembang AKBP Dandy Ariyo Yustiawan menceritakan penangkapan pemilik Senpi Atas nama JW dan S.

Awal penangkapan JW karena JW melakukan pemblokiran akses jalan menuju ke Tambang dan Ke desa Tahunan dengan 84 Kendaraan Roda Empat. Atau Truk.

Karena kepala Desa Tahunan di tahan oleh Polres Rembang terkait Kasus Tambang ilegal. JW di tetapkan sebagai tersangka pemblokiran akses jalan menuju Tambang dan Desa Tahunan,

Tetapi JW tidak di tahan, karena tuntutan hukumannya di bawah 5 Tahun. Selang beberapa hari dari pihak kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat kalau JW memiliki Senpi jenis Airsoftgun.

Hari Sabtu (23 Oktober 2021), JW ketika melintas di depan Balai Desa Tahunan, Kecamatan Sale ditangkap anggota Resmob Polres Rembang. Saat digeledah, ditemukan 1 pucuk senjata api beserta amunisi.

Tersangka JW dan S saat di tanya Kapolres mengaku, membeli senjata api tersebut dari S, warga Kecamatan Jatirogo – Tuban, seharga Rp 7,5 Juta. Tujuannya untuk koleksi. Selama memiliki senjata api 6 bulan terakhir, ia mengklaim baru dua kali menggunakan. Itupun ditembakkan ke udara.

“Pernah tak coba dua kali di tempat jauh dari permukiman warga, ya meletus. Itu peluru hampa, sasarannya ke atas, “ kata JW.

Tersangka lain, S menuturkan senjata tersebut awalnya merupakan airsoftgun. Ia membelinya secara online seharga Rp 3,5 Juta.

“Kalau pelurunya Rp 2,5 Juta dapat 6 butir, “ ungkapnya.

Setelah barang tiba, hanya butuh waktu 1 jam untuk mengubah dari airsoftgun menjadi senjata api. Menurutnya, tinggal pasang saja dan tidak terlalu rumit proses modifikasinya.

Di tegaskan lagi oleh Kapolres dari mana bisa merakit, S menjelaskan “Saya belajar dari youtube, “

Dengan kasus ini Kapolres Rembang akan menindak lanjuti lebih dalam lagi apakah Senpi ini pernah di gunakan untuk hal hal lainnya seperti membunuh atau menakut nakuti.

Kapolres Rembang, AKBP Dandy Ario Yustiawan menyatakan JW dan S kini ditahan di sel Mapolres Rembang. tersangka dijerat Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau hukuman maksimal 20 tahun penjara. (MBPN-Suparjan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *