Mayday…!!! Mayday…!!! Mayday…!!!
ACEH, bhayangkaraperdananews.com | Hari Buruh Sedunia adalah Sebuah Catatan Penting Dalam Sejarah Peradaban Manusia dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam perjuangan untuk tegaknya keadilan dan kemanusiaan dalam mewujudkan kesejahteraan. Pada Hari Buruh international hampir seluruh negara tak terkecuali diindonesia juga menjadi hari libur nasional yang menjadi bentuk pengakuan betapa Pentingnya momentum dan sejarah tersebut.
Bak kata pepatah tidak ada perjuangan yang sia-sia dan tidak pula Kesejahteraan Yang di Berikan Secara Cuma – Cuma melainkan dengan Perjuangan dengan Penuh Kesungguhan dan Pengorbanan Bahkan Dengan Tetesan Darah, Keringat dan Air Mata sebagaimana kemerdekaan negara yang kita cintai ini yang diperjuangan oleh para pahlawan dan pendahulu kita.
Maka Menjadi Penting Bagi Kita Sebagai Kaum Buruh
Sebagai Klass Pekerja Untuk Terus Bersuara Menyerukan Perlawanan Terhadap Ketidakadilan dan Penindasan seiring dengan dinamika yang terjadi dalam Ketenagakerjaan. Serikat Pekerja mendukung investasi berkembang namun Sisi lain perlindungan dan jaminan terhadap masa depan para pekerja juga harus sejalan dengan hadirnya investasi karena tujuan negara dan menjadi kewajiban untuk pemenuhan kerja yang layak dan berkeadilan.
Meskipun libur Mayday tetap dirayakan di laksanakan oleh setiap serikat pekerja dengan Turun Kejalan untuk menyuarakan berbagai permasalahan yang dialami para pekerja baik yang berserikat ataupun yang belum berserikat. Serta menjadi peran kontrol dalam implementasi regulasi
Aceh merupakan provinsi yang juga mengatur sistem perlindungan Ketenagakerjaan dalam Qanun No.7 Tahun 2014 yang merupakan Amanat UUPA No.11 Tahun 2006 ,sikap ini juga menunjukkan dengan segala kearifan dan kondisi serta keinginan untuk perbaikan kondisi masyarakat agar lebih sejahtera dan terlindungi maka sepatutnya pemerintah Aceh juga perlu terus menata dan mengawasi pelaksanaan Ketenagakerjaan di Aceh dengan memberikan kemudahan investasi namun meminta setiap perusahaan mentaati dan menjalankan kewajibannya terhadap hak pekerja.
Namun faktanya perlindungan sosial tenagakerja berdasarkan data secara kuantitatif masih sangat minim dibandingkan jumlah angkatan kerja, kepatuhan membayar upah sesuai ketetapan UMP/UMK juga masih ada perusahaan yang belum mengikuti sepenuhnya, status kerja yang tidak jelas dimana kontrak terus menerus terjadi, acap pula PHK secara sepihak dialami para pekerja, bahkan kebebasan berserikat yang diatur dalam UU 21 Tahun 2000 sering mendapatkan perlakuan diskriminatif bagi pekerja/buruh , Buruh Harian Lepas tanpa ada kepastian upah, dan berbagai persoalan lainnya. Tidak hanya pada persoalan normative namun Serikat pekerja ikut memperhatikan persoalan kemasyarakatan yang ikut disuarakan
Untuk itu momentum 1 Mayday 2023, Aliansi Buruh di Aceh yang merupakan gabungan Kknfederasi dan Federasi Afiliasi dari Serikat Pekerja di Aceh akan menyuarakan berbagai isu baik isu nasional maupun di daerah : Cabut Omnibuslaw Cipta Kerja; Cabut Parlamatary Threshold 4%; Tolak RUU Kesehatan; Wujudkan Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan; Sahkan RUU Pekerja Rumah Tangga; Mendukung Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota yang Pro Buruh dan Klas Pekerja; Pengawalan Revisi Qanun Ketenagakerjaan No.7 2014 yang telah masuk dalam Prolega; Mendesak PJ Gubernur selesaikan berbagai permasalahan pekerja buruh. Buka lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan di Aceh ; Memberikan tindakan sesuai ketentuan hukum bagi perusahaan yang mengabaikan ketentuan yang berlaku dengan mencabut izin usahanya.
Kegiatan kampanye dan perayaan kami laksanakan dengan berkumpul di depan Mesjid Raya Baiturrahman kemudian menuju Simpang 5 lalu ke Gedung DPR Aceh dan terakhir ke Pendopo Gubernur, dengan harapan Bapak PJ Gubernur mau temui Keterwakilan Buruh untuk mendengar permasalahan dan harapan pekerja serta arahan dari PJ Gubernur
Tentu saja Aliansi dan Jajaran sangat berkomitmen untuk tetap menjadi ketertiban, kebersihan dan anti anarkisme dan ini sudah diakui dan terbukti setiap aksi yang dilakukan, karena kami sesungguhnya ingin Aceh yang Makmur dan sejahtera dalam Bingkai NKRI, Hidup Buruh, hidup Rakyat dan Sejahtera, pungkas Muhammad Amin Wakil ketua aliansi buruh Aceh. (MBPN-Rusli)
