KUDUS | bhayangkaraperdananews.com – Semangat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 diwujudkan dalam sebuah kompetisi yang menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan. Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus sukses menggelar Turnamen Catur Terbuka Nonmaster pada Minggu (28/6/2026) di SMA Negeri 1 Mejobo, Kabupaten Kudus.
Turnamen yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga 15.00 WIB tersebut diikuti sekitar 40 pecatur dari berbagai komunitas catur di Kabupaten Kudus, Pati, Jepara, hingga Rembang. Selama berlangsungnya pertandingan, para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Hari Lahir Pancasila sekaligus menjadi wadah silaturahmi bagi para pecinta olahraga catur di wilayah Pantura Jawa Tengah. Selain menjadi ajang adu strategi, turnamen ini juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antarkomunitas melalui olahraga yang mengedepankan kecerdasan, ketelitian, dan pengendalian diri.
Acara dimulai dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Doa dan Sambutan-Sambutan. Sebelum turnamen di mulai, suasana turnamen semakin semarak dengan penampilan pembacaan puisi berjudul “Pion”, karya Jeda Pena, yang dibawakan dengan penuh penghayatan oleh Gendhing Khahiyang Lituhayu, pelajar SD Masehi Kudus. Puisi tersebut menggambarkan makna sebuah pion dalam permainan catur yang sederhana, namun memiliki peran penting dalam menentukan jalannya permainan. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para peserta dan tamu undangan karena dinilai mampu menghubungkan nilai-nilai olahraga catur dengan semangat perjuangan, ketekunan, dan pengorbanan yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
Salah satu panitia, Supriyono, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan turnamen. Menurutnya, antusiasme peserta dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa olahraga catur masih memiliki tempat di hati masyarakat.
“Kami sangat bersyukur karena Turnamen Catur Terbuka Nonmaster ini dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kekeluargaan. Kehadiran peserta dari Kudus, Pati, Jepara, hingga Rembang menunjukkan bahwa catur mampu menjadi media pemersatu. Inilah semangat yang ingin kami bangun dalam memperingati Hari Lahir Pancasila, yaitu persatuan, gotong royong, dan sportivitas,” ujar Supriyono.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra, donatur, panitia, wasit, serta peserta yang telah berpartisipasi. Tanpa dukungan mereka, kegiatan ini tidak akan terlaksana dengan baik. Harapan kami, turnamen ini dapat menjadi agenda rutin yang mampu melahirkan bibit-bibit pecatur sekaligus mempererat hubungan antarkomunitas,” tambahnya.
Salah seorang peserta asal Kabupaten Pati mengaku senang dapat mengikuti turnamen yang dikemas dengan suasana kompetitif namun tetap penuh keakraban.
“Turnamennya sangat tertib dan nyaman. Lawan-lawannya cukup kuat sehingga memberikan pengalaman yang berharga. Yang paling penting, kami tidak hanya bertanding, tetapi juga bisa bertemu dan bertukar pengalaman dengan pecatur dari berbagai daerah. Semoga tahun depan kembali diadakan dengan peserta yang lebih banyak,” ungkapnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara komunitas, pelajar dan masyarakat mampu melahirkan kegiatan positif yang bermanfaat bagi publik. Semangat kebersamaan yang tercipta sepanjang pertandingan menjadi cerminan nyata implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
Kesuksesan penyelenggaraan turnamen tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, di antaranya Paguyuban Pegiat Catur SMA Negeri 1 Mejobo, PR Sukun, Air Minum Cleo, Paguyuban Silaturahmi Nur Dzat Sejati Masyarakat Madura Kudus, PT Kolocokro, Mitra Printing Kudus serta sejumlah donatur perorangan yang memberikan kontribusi demi terselenggaranya kegiatan tersebut.
Melalui penyelenggaraan Turnamen Catur Terbuka Nonmaster ini, JAKER Kabupaten Kudus berharap olahraga catur semakin berkembang di daerah, sekaligus menjadi sarana membangun karakter generasi muda yang berpikir kritis, disiplin, jujur, dan mampu menjunjung tinggi sportivitas sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. (MBPN-Adrian)
