• Mon. Apr 20th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Pokir Anggota DPR Aceh Salah Kaprah di Singkil

Aceh Singkil, bhayangkaraperdananews.com – Proyek Pokir Aspirasi anggota dewan perwakilan rakyat Aceh(DPRA), salah kaprah dalam pelaksanaannya di kabupaten Aceh Singkil.

Proyek aspirasi dewan yang berasal dari partai Gerindra itu sudah mulai dikerjakan persisnya di desa Siompin, kecamatan Suro makmur , Aceh Singkil.

Namun proyek bagi-bagi itu menuai masalah dalam penentuan titik yang akan dibangun. Walau nilai proyek itu lumayan besar, masyarakat seperti menolak karena dianggap ada permainan.

Kepala desa Siompin dan badan permusyawaratan Gampong(BPG) Siompin, meminta pelaksana proyek aspirasi itu agar memindahkan titik yang akan dibangun sesuai kebutuhan awal sebagaimana diusulkan.
Demikian pantauan awak media,Jumat(23/9/22) di Siompin.

Diketahui pemenang tender pembangunan jalan dan talud itu ialah CV.Zia Pratama, dengan Pagu Anggaran sebesar Rp.3.080.000.000.- .

Kepala desa Siompin, Hantar Manik, mengatakan, seharusnya pelaksana proyek harus mengikuti RAB yang telah ditetapkan dan tidak merubah titik kordinat, agar pembangunan jalan itu tidak menimbulkan masalah.

Kmudian katanya, bila ada proyek ke desa kami kenapa tidak mengasih tahu maupun koordinasi terhadap pihak desa. Seandainyapun ada pemindahan kegiatan, seharusnya ada kita koordinasi. Itu kan lebih baik dan terarah..? Ujarnya heran.

Sementara itu, ketua BPG , Bono Berutu, menyampaikan, sangat senang ada proyek aspirasi masuk ke desanya. Namun sangat disayangkan lokasi yang dibangun tiba-tiba berubah.

“Mengapa dirubah titik koordinatnya tanpa diketahui pihak pemerintah desa? Ibarat kata, kami butuh di kepala mengapa pula dibangun di perut? “, Ucap Bono, setengah bertanya.

Salah seorang perwakilan pelaksana proyek ditanyai awak media yang tidak bersedia menyebutkan namanya, mengatakan bahwa pihaknya hanya menuruti kerja sesuai yang diperintahkan.

“Kami melaksanakan sesuai perintah bang. Karena yang disuruh bapak itu di titik ini makanya kami kerjakan”, ujarnya tanpa menjelaskan siapa bapak yang dimaksud.

Hingga hari ini proyek pembangunan jalan di dusun Kuta parit Siompin itu masih terhenti. Belum ada kepastian apakah ada solusi untuk memindahkan ke lokasi semula sesuai usulan masyarakat setempat. (MBPN_A1/02.HT)