• Thu. Jun 18th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Puluhan Tahun Keuangan Kas Masjid Jami’ Baitul Muttaqin Wonokerto tidak Jelas Laporannya

DEMAK | bhayangkaraperdananews.com – Warga Desa Wonokerto Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Demak Resah lantaran bendahara Pengurus Masjid Jami’ selama puluhan Tahun tidak pernah terbuka / transparan terkait dengan laporan Keuangannya.

Pada saat warga mendesak dan menanyakan Kejelasan tentang laporan Keuangan Masjid Jami’ pertama tertuju kepada ketua panitia pembangunan masjid, tetapi dijawab tidak tahu sama sekali, dia hanya minta uang untuk keperluan pembangunan / rehab baru diberikan tanda terima (kwitansi) saja.

Hal inipun juga ditanyakan ke Abdul Hamid selaku Ketua Takmir saat dikonfirmasi jawabnya juga tidak tau menahu kaitannya dengan masalah keuangan Masjid.

Dalam hal ini warga mulai curiga tentang keuangan masjid Karena semua pengurus tidak tahu saling melempar tanggungjawab, kemudian warga mendesak ketua panitia pembangunan masjid untuk menemui Abdul Aziz selaku Bendahara Masjid Jami’ meminta keterangan tentang pertanggungjawaban tentang laporan keuangan Masjid, tetapi saat dikonfirmasi bersama awak media dijawab oleh Abdul Aziz dengan nada marah dan gebrak meja kerjanya , “kamu kesini kenapa bawa LSM, keuangan masjid tidak boleh diketahui oleh siapapun”, cetusnya.

Pada hari yang sama merasakan kurang mantap, Jurnalis Media KPK juga mendatangi Bendahara Masjid jami’ melakukan klarifikasi diruang kerjanya. Namun pada pertemuan tersebut Ketika dikonfirmasi mengenai hal yang sama dengan nada membentak,” aku tidak ada urusan dengan kamu”, imbuhnya.

Ketika MBP-News konfirmasi ke Bendahara Masjid melalui via Telp. Diterima tetapi tidak memberikan kata-kata apapun bicarapun tidak.

Menurut keterangan dari warga dan beberapa sumber bahwa masjid tersebut diduga berawal atas hibah dari nenek moyangnya sehingga mengklaim masjid tersebut menjadi milik pribadi merasa sudah milik keluarga walaupun dibangun dengan swadaya masyarakat Desa setempat.

Dengan adanya permasalahan ini telah menimbulkan polemik bagi warga dan pengurus takmir masjid, harapan warga kepada pemerintah desa Wonokerto Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Demak untuk segera menindak lanjuti permasalahan ini supaya tidak melebar kemana-mana, karena dugaan warga ke Bendahara Masjid selama ini telah menggunakan kewenangan dan telah memanipulasi keuangan di pakai untuk keperluannya pribadi, dari warga ingin diadakan rembug supaya ada titik temu, ungkapnya. (MBPN- JM)