• Wed. May 6th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Rakyat Aceh Cerdaslah Memilih Pemimpin, Muhammad Nazar bersama jurnalis dari Forum Pemred

BANDA ACEH | bhayangkaraperdananews.com – Wakil Gubernur Aceh periode 2007 – 2012 Muhammad Nazar mengajak rakyat Aceh cerdas memilih pemimpin pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 . Rakyat Aceh tidak boleh terjebak pada politik pencitraan.

Disampaikan Nazar dalam silaturrahmi dengan jurnalis yang difasilitasi Forum Pemred di Banda Aceh, Kamis, 30 Mei 2024. Dalam pertemuan santai penuh keakraban tersebut, Nazar menyatakan, dirinya akan ikut meramaikan kontestasi Pilkada untuk untuk perubahan Aceh ke arah yang lebih baik.

Pria kelahiran Ulim, Pidie Jaya, 1 Juli 1973 ini menegaskan, siapapun nanti yang terpilih menjadi Gubernur Aceh harus mampu meningkatkan nilai tawar Aceh di mata Pemerintah Pusat.

“Ini harus disampaikan kepada rakyat Aceh, bahwa pilih pemimpin itu untuk mereka sendiri, ketika pemimpih hasil pemilihan berkuasa, rakyat tidak punya kuasa untuk menurunkannya lagi. Ini kita ingatkan dari sekarang agar terpilih pemimpin yang baik,” imbaunya.

Nazar menambahkan, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang benar-benar mengerti persoalan Aceh. Salah satu indikatornya adalah bisa memperjuangkan dan menghasilkan implementasi Undang-Undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) secara lebih luas.

“Kita berharap partai politik di Aceh baik partai nasional maupun partai lokal, tidak terlalu pragmatis dalam mengusung calon, tidak terjebak pada mahar dan sejenisnya. Ini menjadi bagian penting yang harus kita kawal,” tambahnya.

Sementara terkait nilai tawar Aceh kata Nazar, selama ini Aceh seakan kurang punya nilai tawar di mata Pemerintah Pusat, bahkan dalam 6,5 tahun terakhir terjadi kekacauan politik di Aceh, bahkan Aceh tidak punya wakil gubernur. Apa yang sudah terjadi di Aceh harus menjadi pelajaran, sehingga Aceh tidak terjebak pada persoalan yang sama.

sejarah menaikkan pemimpin yang kurang berkualitas agar bisa dikontrol sudah sejak zaman dulu terjadi di Aceh. Bahkan dalam sejarah beberapa kali terjadi kudeta pemimpin di Aceh. Apa yang terjadi di Aceh sekarang tidak terlepas dari kesalahan masa lalu. Ia menyebutnya sebagai kecelakaan sejarah.

“Kita menjadi generasi penerima kecelakaan sejarah. Dampaknya, susah memperbaikinya, lagee geutanyoe tarek ok lam teupong, harus ada strategi baru dalam produk kepemimpinan di berbagai level dan tingkatan, sehingga kita tidak menjadi pelaku kecelakaan sejarah baru yang berdampak dan terwariskan kepada generasi selanjutnya

Massifnya money politics dalam Pilkada. Bahkan baru-baru ini ada kasus narkopolitik, uang dari bandar narkoba mengalir dalam pesta demokrasi. Hal itu sudah diingatkannya jauh-jauh ketika masih menjabat sebaga Wakil Gubernur Aceh yang secara ex-officio menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh.

“Kita berharap itu tidak terjadi lagi dalam Pilkada nanti. Fenomena uang narkoba dalam politik ini sudah saya sampaikan dari dulu. Yang penting kita gunakan dana politik untuk hal-hal yang produktif, sehingga uang yang diinvestasikan untuk politik bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Nazar juga mengingatkan agar siapapun yang terpilih nanti menjadi pemimpi Aceh, harus mampu membuat program-program pembangunan yang jelas, sesuai dengan potensi dan sumber daya di masing-masing wilayah. Selain itu juga tidak menciptakan program yang berpotensi melahirkan masalah.

Nazar mencontohkan, ketika awal-awal ia menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh, ia bersama Gubernur Irwandi Yusuf membuat program beasiswa untuk membantu pendidika anak-anak Aceh, program tersebut berjalan lancar. Tapi belakangan ketika program yang sama menjadi Pokir Dewan, lahirlah berbagai persoalan baru, tutupnya. (MBPN-Ira)