• Mon. Apr 27th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Ta’mir Masjid Nurul Iman Tejoagung Menghidupkan Kembali Sholat Lailatul Qadar

METRO | bhayangkaraperdananews.com – Bulan Ramadhan bulan penuh berkah, Dialah orang yang pilih untuk menjadi Syurga, Disampaikan Oleh Ta’mir Masjid Nurul Iman saat menyampaikan khotbahnya Didepan Jamaah Masjid saat sebelum pelaksanaan ibadah sholat malam yaitu Sholat Tahajud dan sholat Lailatul qadar. (12/3/26)

Dalam kegiatan Masjid Nurul Iman Tejoagung sering dilupakan jamaah bahkan ditinggalkan, agar kembali hidup maka Ta’mir mengumumkan kepada para jamaah agar dapat menghadiri Sholat Lailatul Qadar dimulai pada malam hari pukul 02.30 wib dengan tujuan memohon keberkahan dan memanjatkan Doa fokus pada Allah Swt, agar pahala serta permohonan jamaah melalui doa dapat dikabulkan.

H. Dariyono selaku Ta’mir masjid menekankan tiada bosan untuk mengajak seluruh jamaah melaksanakan sholat Lailatutul qadar dan sholat Sunah lainnya sebab pahalanya sangat besar, Rasullulah bersabda: “Barangsiapa melaksanakan sholat pada malam qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR. Bukhari 1901).

Sholat Tahajud dan pemahaman tentang Qadar (takdir) memiliki pesan moral mendalam yang berkaitan dengan kedekatan hamba kepada Pencipta, peningkatan kualitas diri, dan ketenangan jiwa.

Sholat tahajud adalah ibadah sunnah yang dilakukan di sepertiga malam terakhir, menawarkan pesan moral sebagai berikut: 

  • Disiplin dan Konsistensi (Istiqomah): Tahajud mengajarkan kedisiplinan tinggi untuk bangun di saat manusia lain terlelap. Ini membentuk karakter yang konsisten dalam ketaatan.
  • Keikhlasan dalam Beribadah: Dilakukan tanpa saksi mata manusia, tahajud mendidik jiwa untuk ikhlas, beribadah hanya mengharap ridho Allah SWT, bukan pujian manusia.
  • Kerendahan Hati (Tawadhu): Saat tahajud, manusia menyadari kelemahannya di hadapan Allah, memohon ampunan, dan merayu Tuhan di sepertiga malam, yang mengikis sifat sombong.
  • Harapan dan Optimisme: Tahajud menjadi sarana mengadukan masalah, sehingga menumbuhkan optimisme bahwa Allah akan memberikan jalan keluar dan pertolongan dalam urusan hidup.
  • Penyucian Jiwa (Tazkiyatun Nafs): Ibadah ini menenangkan hati, menghapus dosa, dan menjauhkan diri dari perbuatan maksiat

Sedangkan Iman kepada qadar (takdir baik dan buruk) mengajarkan manusia untuk bersikap bijak terhadap ketentuan Allah:

  • Penerimaan dan Ketenangan Hati: Mengajarkan untuk ridho (ikhlas) terhadap ketentuan Allah, baik yang menyenangkan maupun yang dirasa berat, sehingga hati menjadi tenang.
  • Berusaha Maksimal dan Tawakal: Pesan moral qadar bukanlah pasrah tanpa usaha, melainkan berusaha sekuat tenaga (ikhtiar) lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah (tawakal).
  • Tidak Sombong dan Tidak Putus Asa: Saat berhasil, manusia tidak sombong karena sadar itu atas izin Allah. Saat gagal, tidak putus asa karena yakin ada hikmah di balik takdir tersebut.
  • Husnudzon (Berprasangka Baik) kepada Allah: Meyakini bahwa setiap ketetapan Allah adalah yang terbaik untuk hamba-Nya, meskipun kadang tidak sesuai dengan keinginan pribadi. 

Keduanya berkaitan erat di mana seseorang yang rajin Tahajud akan lebih mudah menerima dan memahami Qadar Allah dengan hati yang lapang, karena tahajud meningkatkan keimanan dan kedekatan kepada Allah. (MBPN-Edi)