BLORA | bhayangkaraperdananews.com – Suasana penuh sukacita, khidmat, dan kebersamaan menyelimuti Balai Desa Kemiri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Kamis (14/5/2026). Warga desa menggelar acara Tasyakuran Desa yang berlangsung sangat meriah, dihadiri ratusan warga, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta para undangan dari berbagai kalangan.
Perayaan ini diawali dengan tradisi Bancaan, sebuah kegiatan adat berupa doa bersama dan penghormatan sebagai wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat, keselamatan, dan kemajuan yang diterima Desa Kemiri selama ini. Dalam prosesi ini, warga berkumpul membawa beraneka Tumpeng kemudian didoakan bersama sebagai harapan agar desa senantiasa diberkahi, dijauhkan dari bencana, dan masyarakat hidup rukun serta sejahtera.
Usai rangkaian adat selesai, dihibur dengan penampilan beragam seni tari tradisional menjadi kebanggaan warga setempat. Dilanjutkan dengan pertunjukan Seni Barong, yang memukau penonton dengan gerakan dinamis, kostum megah, dan nilai filosofis yang melambangkan perlindungan dan kekuatan. Tak kalah menarik, seni Barong usai, pentas Tayub pun turut memeriahkan suasana, diiringi alunan musik gamelan yang syahdu dan gerakan tarian yang luwes, mengajak warga untuk bergembira dan menjaga semangat persaudaraan.
Kepala Desa Kemiri, Warsito, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi seluruh warga yang telah berjuang bersama menyukseskan acara ini secara gotong royong. Ia menegaskan, tasyakuran ini bukan sekadar pesta, melainkan sarana mempererat tali persaudaraan, melestarikan budaya, serta memperkokoh persatuan seluruh elemen masyarakat.
“Kebersamaan kita hari ini adalah kekuatan terbesar Desa Kemiri. Kami berharap tradisi dan budaya ini terus kita jaga, agar identitas kita sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai luhur dan kebersamaan tetap lestari dari generasi ke generasi,” ujar Warsito di tengah acara.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Matahir, melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan disusun dengan melibatkan berbagai unsur warga, mulai dari pemuda, kelompok seni, hingga tokoh agama. Ia mengaku bangga dan bersyukur karena persiapan berjalan lancar dan berjalan sesuai rencana berkat dukungan semua pihak.
“Kami berusaha mengemas acara ini agar tetap kental dengan nilai adat sekaligus bernilai ibadah. Kerja keras seluruh panitia dan dukungan warga menjadi kunci keberhasilan hingga acara bisa berlangsung meriah seperti hari ini,” ungkap Matahir.
Rangkaian kegiatan Tasyakuran Desa Kemiri ini juga dirangkai pula dengan Pengajian yang diagendakan akan dilaksanakan pada Hari Minggu, 17 Mei 2026. Acara keagamaan besar ini akan menghadirkan mubaligh dari Kabupaten Rembang, yang diharapkan dapat memberikan pencerahan ilmu agama, mempertebal iman, serta menjadi sarana silaturahmi rohani seluruh warga desa.
Warga Desa Kemiri menyambut antusias seluruh rangkaian acara ini. Mereka berharap perpaduan antara pelestarian budaya dan kegiatan keagamaan ini dapat menjadikan Desa Kemiri semakin maju, berbudaya tinggi, religius, serta senantiasa damai dan sejahtera dalam kebersamaan.(MBPN-ISMAN)
