• Kam. Sep 23rd, 2021

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Terdakwa Sumani Akui Bunuh Empat Korban Satu Keluarga Dengan Sadis

Byadmin

Agu 18, 2021

REMBANG, bhayangkaraperdananews.com – Pengadilan Negeri Rembang kembali menggelar sidang ke Sembilan kasus terdakwa Sumani yang melakukan pembunuhan secara sadis terhadap Empat Korban dalam Satu Keluarga pada beberapa bulan yang lalu Di Desa Turusgede. Sidang di gelar di Ruang Sidang Kartika secara virtual. Rabo, 18/8/2021

Sidang ke Sembilan Pengadilan Negeri Rembang di pimpin Hakim Ketua Anteng Supriyo SH. MH Hakim anggota Satu Eri Susanto SH, Hakim anggota Dua. Ikbal Albania SH MH.

Sidang yang di laksanakan dengan cara virtual dengan Terdakwa Sumani berada di ruang Sidang Rutan Rembang Kelas II B. Yang mendapat kawalan ketat dari petugas Rutan Rembang. Dalam mengikuti.sidang Sumani dalam keadaan sehat dan sadar.

Untuk Jaksa Penuntut Umum Satu Fata  dan Jaksa Penuntut Umum Dua Eka berada di ruang sidang Kejaksaan Negeri Rembang.

Pendamping terdakwa Langgeng Setiyo SH.MH berada di Pos Bakum Pengadilan Negeri Rembang.

Persidangan di buka oleh Hakim Ketua Anteng Supriyo, SH. MH. Di mulai dengan pertanyaan kepada terdakwa Sumani, yang di minta membeberkan cerita dari awal sampai akhir dalam melakukan proses pembunuhan secara sadis Terhadap Korban Anom Subekti dan keluarga.

Terdakwa Sumani menceritakan awal mula membunuh korban. Almarhum Anom Subekti di bunuh beserta anak dan cucunya dalam satu lokasi yaitu di Tempat tidur depan TV.

Dengan cara memukul kepala Korban Almarhum Anom Subekti dengan menggunakan kayu sepanjang 50cm dengan Kedua tangannya, tepat di kepala Korban sebanyak Tiga Kali.

Di lanjutkan dengan membunuh Anak dan Cucu Almarhum Anom Subekti dengan kyu yang sama dengan mengayunkan kayu ke kepala anak dan cucu korban masing masing sebanyak Dua kali.

Melihat istri Korban terbangun terdakwa Sumani menghampiri istri korban dan mendorong ke kamar, terdakwa Sumani sempat mendapat perlawanan dari istri korban tapi istri korban di pukul dengan tangan kanannya sebanyak Tiga Kali.

Hingga korban sempat pingsan setelah terbangun dari pingsan istri Almarhum Anom Subekti di paksa menunjukkan uang hasil penjualan gong.

Setelah di tunjukkan tempat penyimpanan terdakwa Sumani langsung menghabisi Istri korban dengan kayu yang di pergunakan membunuh Korban Anom Subekti, Anak dan Cucunya sampai meninggal.

Setelah selesai membunuh terdakwa Sumani  Mengambil uang dan perhiasan korban juga HP. Terdakwa Sumani juga sempat memastikan korbannya hingga benar benar tewas.

Setelah terdakwa merasa cukup mengambil harta korban, terdakwa berusaha menghapus jejak dengan mengepel lantai yang di katakan ada percikan darah.

Terdakwa mengganggap sudah aman akirnya korban memutuskan untuk pulang ke rumah. Di ceritakan sesampainya di rumah barang bukti di taruh di dipan depan rumah dengan alasan takut di ketahui keluarga.

Mengenai barang bukti seperti kayu yang untuk membunuh dan Dua HP di buang di sungai di Desa ngadem.

Untuk darah yang di ketemukan oleh Kepolisian di Clurit yang berada di rumahnya karena di pergunakan untuk membersihkan sandal yang kotor.

Selang Satu hari sebelum terdakwa Sumani di panggil Polisi terdakwa sempat melakukan usaha bunuh diri, dengan alasan merasa menyesal telah membunuh Empat orang.

Hingga memutuskan untuk bunuh diri dengan meminium racun serangga yang menurut terdakwa racun tersebut sudah ada di rumah.

Terdakwa Sumani sempat berkelit saat menerima pertanyaan dari JPU Fata yang mengatakan keterangannya ada yang tidak sesuai dengan Berkas Pemeriksaan.

Pengacara Langgeng Setiyo SH.MH memberikan pertanyaan untuk meyakinkan terdakwa Sumani dengan pertanyaan.

Apa benar terdakwa dalam melakukan pembunuhan sendiri dan tidak atas dasar tekanan atau perintah dari orang lain.

Terdakwa Sumani menjawab dengan lantang bahwa proses pembunuhan di lakukan sendiri, sesuai dengan pengakuan yang di sampaikan kepada Hakim.

Terdakwa Sumani mendapat pertanyaan dari Hakim Ketua Anteng Supriyo SH.MH. menurut terdakwa tindakan yang anda lakukan termasuk tindakan yang bagaimana?..

Terdakwa menjawab dengan tegas bahwa apa yang di lakukan adalah tindakan Secara Sadis.(MBPN-Suparjan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *