Lahat, bhayangkaraperdananews.com – Seorang siswi pelajar di salah satu SMA di Kecamatan Tanjung Tebat disekap dan diperkosa oleh ketiga rekannya sendiri yang diketahui masih berstatus pelajar.
AA diperkosa disalah satu rumah kos – kosan dikawasan di Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Lahat, pada tanggal 29 Oktober 2022 sekitar pukul 21.00 WIB.
Tanpa belas kasihan lagi 3 remaja bejat itu masing – masing bernama O.Oh (17) M (17) dan G (18) menggilir AA dengan cara mengancam akan menyakiti korban jika tak melayani nafsu setan ketiga tersangka ini.
Akibat perbuatan ketiga remaja bejat tersebut, akhirnya polisi menangkap ketiga tersangka setelah orang tua korban yakni Wanto (43) warga Desa Tanjung Kurung Ulu, Kecamatan Tanjung Tebat, Lahat, melaporkan kejadian naas yang menimpa anaknya itu ke polisi.
Ketiga tersangka ditangkap, Senin (28/11/22) sekitar pukul 14.00 WIB oleh Tim Gabungan Unit PPA Polres Lahat dan Polsek Mulak Ulu yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Lahat.
Informasi menyebutkan, pemerkosaan terhadap korban terjadi ketika ke 3 tersangka mengajak korban jalan – jalan ke Kota Lahat.
Setibanya di Kota Lahat ke 3 tersangka mengajak korban main ke salah satu rumah kos – kosan.
Tanpa curiga, korban pun mau saja mengikuti akal bulus ke 3 tersangka yang sudah memendam gejolak birahi terhadap tubuh korban.
Tak ayal lagi, setelah berada kos – kosan korban pun dipaksa masuk kedalam oleh tersangka O.Oh. Pintu kos dikunci, lampu kamar dimatikan. Sementara kedua tersangka lainnya menunggu diluar kamar.
Tersangka O.Oh yang nafsu nya sudah di ubun – ubun layaknya binatang buas langsung menerkam mangsanya. Satu tangan tersangka O.Oh memegang erat – erat kedua tangan korban, sedangkan satu tangannya lagi melucuti celana korban hingga setengah bugil.
Korban kalah tenaga meskipun telah berupaya melepaskan cengkeraman sambil berteriak namun apa daya korban pun akhirnya hanya bisa pasrah sambil menangis terisak – isak. Setelah puas menyalurkan hasrat birahinya, tersangka O.Oh pun keluar kamar.
Tidak cukup sampai disitu, korban yang sudah tak berdaya kembali di perkosa oleh tersangka A, korban diancam akan dilempar ke jurang disamping kos – kosan jika masih menangis. Ancaman itu berhasil membuat korban semakin ketakutan dan tersangka A pun dengan leluasanya berhasil mengarap tubuh korban.
Begitu juga dengan tersangka G, korban yang masih menangis dibentak serta ditampar yang kemudian korban pun kembali diperkosa oleh A dengan nada keras akan mengatakan kalau kau idak melayani kau akan aku lempar kejurang ,dengan demikian walaupun dalam isak tangis AA terpaksa melayani nafsu bejat tersebut dan dengan leluasan A melancarkan aksinya.
Dengan waktu bersamaan G juga melakukan hal yang sama, membentak bahkan korban masih dalam keadaan menangis dia di tampar supaya korban mau melayani nafsu bejat G dengan acaman itu maka korban bertambah ketakutan sehingga semua tersangka tersebut dapat leluasan melakukan perbuatan bejat tersebut.
Sampai saat ini ke tiga tersangka terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian guna untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya. ( MBPN-ZNL.)
