• Sab. Okt 1st, 2022

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Tim Eksekutor Kejari Jakpus Eksekusi Terpidana Humaini Terkait Dugaan Korupsi Jaminan SP2D Ke Rutan Klas 1

ByMBP-NEWS

Sep 14, 2022

JAKARTA, Bhayangkaraperdananews.com – Jaksa Eksekutor Seksi Tindak Pidana Khusus bersama Tim Intelijen pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat melaksanakan eksekusi putusan Mahkamah Agung (MA) terhadap Terpidana Humaini, SH terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi penerbitan sertifikat penjaminan kontra garansi bank (Jaminan SP2D) No. 14080012051690855 tanggal 23 Desember 2016 kepada PT. Darma Perdana Muda oleh PT. Asuransi Asei Indonesia Kantor Cabang Jakarta 2 yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 24.522.598.571,- (dua puluh empat miliar lima ratus dua puluh dua juta lima ratus sembilan puluh delapan ribu lima ratus tujuh puluh satu rupiah).
ke rutan klas 1 jakarta pusat, Rabu.(14/9/22).

“Ini merupakan pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia, dan membuktikan Kejaksaan Republik Indonesia sangat serius dan melaksanakan tahapan secara profesional,” kata Kepala Seksi Intelijen
Bani Immanuel Ginting, S.H.,M.H Pada Kejari Jakarta Pusat dalam rilis tersebut.

Bani menyebutkan, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat telah menerima satu putusan Mahkamah Agung (MA) dengan Nomor 891K/Pid.Sus/2022 tanggal 16 Maret 2022, pada pokoknya menyatakan :
Membatalkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 40/Pid.Sus-TPK/2020/PN. Jkt. Pst tanggal 09 Februari 2021, Menyatakan Terdakwa Humaini, SH terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana “turut serta melakukan korupsi.

Yang Menjatuhkan putusan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 7 (tujuh) tahun dan pidana denda senilai Rp. 400.000.000,- (empat ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka harus diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan.

Adapun terpidana Humaini, SH pada putusan tingkat pertama tidak terbukti melakukan Tindak Pidana Korupsi.
Setelah menerima putusan MA tersebut, kata Bani, Jaksa eksekutor pada Kejari Jakarta Pusat langsung melaksanakan eksekusi dengan mengirim terpidana ke Rutan Klas 1 Jakarta Pusat untuk menjalankan pidana penjara selama 7 (tujuh) tahun.’Tutupnya. (MBP/Red)