PINRANG, bhayangkaraperdananews.com – Akibat ulah kepala sekolah sering membakar tumpukan sampah plastik warga sekitar menjadi meradang karena asapnya masuk kedalam rumah dan sangat menyengat akibatnya warga setempat mengeluhkan sakit kepala dan mual – mual.
Seringnya pihak sekolah UPTD 172 melakukan pembakaran tumpukan sampah plastik di Komplek sekolah dan perbatasan langsung dengan dinding rumah warga, sehingga satu keluarga insial LP, DW, WH, HM mengeluhkan dan warga yang lain merasa takut sewaktu-waktu apinya bisa terbang naik kepelapon rumah sedangkan pelapon rumah terbuat dari kayu kering dan triplek kering.
Dengan adanya pembakaran tersebut warga merasa terganggu oleh limbah asap dari pembakaran tumpukan plastik itu.
UPTD 172 ini berlokasi di kelurahan Laleng Bata kecamatan Paleteang kabupaten Pinrang Sul sel.
Menurut LP akibat pembakaran sampah yang di lakukan pihak sekolah UPTD 172 maka kami merasa terganggu dan tersiksa dan bahkan akibat asap tersebut saya mengalami sakit kepala dan sering mual mual karena asap plastik itu masuk di dalam rumah saya, ujarnya.
Sementara pihak kepala sekolah UPTD 172 Landu, S.Pd, M.Si yang di temui di ruang kerjanya Sabtu (26/11) ,menjelaskan bahwa tempat pembakaran itu sudah lama ada, dan kami lakukan pembakaran di karenakan sampah tiap hari bertumpuk sementara pihak pengkut sampah dari DLH hanya datang mengambil sampah 3 kali seminggu, ujar Landu.
Di hadapan wartawan, Landu mengatakan kami dari pihak sekolah tetap melakukan pembakaran selama tidak ada solusi dari dinas terkait.”ujarnya (MBP-N Tamzen)
