JAKARTA, bhayangkaraperdananews.com – Angka Pandemi Covid-19 saat ini meningkat tajam di wilayah DKI Jakarta dan berbagai wilayah lain di Indonesia. Dalam situasi ini, Dr. dr. Maxi Rondonuwu, DHSM, MARS selaku Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengajak Gereja bekerjasama dengan semua elemen masyarakat lainnya untuk mencegah penyebaran covid-19 melalui health security. Pemerintah dengan dukungan semua elemen sosial masyarakat akan terus berupaya dengan sekuat tenaga untuk keluar dari pandemi covid-19.

Pernyataan Dr. dr Maxi Rondonuwu tersebut disampaikan dalam Seri Webinar Gereja Protestan Indonesia Tahun 2021 yang diselenggarakan menyongsong Sidang Sinode Am 2021 (SSA GPI 2021). Selain menghadirkan Dr. dr. Maxi Rondonuwu, ada pula Pdt. Dr. Lintje Pellu (Dosen Universitas Kristen Artha Wacana), Dr. Willy Toisuta (Pakar Pendidikan) sebagai narasumber dengan berbagai pokok pemikiran yang menarik untuk memperlengkapi peserta webinar yang berjumlah 130 Peserta yang berasal dari 12 Sinode Gereja Bagian Mandiri (GPM, GMIM, GMIT, GPIB, GPID, GPIBT, GPIG, GPI Papua, GKLB, GPIBK, GERMITA, IECC) dan berbagai organisasi gereja dan lembaga lainnya dalam dan Luar negeri.
Dr. Liesye Sumampouw, Ketua Umum Gereja Protestan Indonesia 2015-2020 dalam sambutan pada pembukaan Seri Webinar GPI Am 2021 yang bertemakan “Yesus Kristus Adalah Yang Awal dan Akhir” sangat bersyukur dengan pelaksanaan kegiatan ini dan berharap semua peserta, secara khusus 12 Sinode Gereja Bagian Mandiri dapat terus memperlengkapi diri dengan berbagai ide dan gagasan dalam mewujudkan visi dan Misi GPI-Am di bumi Indonesia sebagai tanah air bersama. GPI-AM dengan 12 Sinode Gereja Bagian Mandirinya sebagai institusi sosial dalam realitas sosial masyarakat Indonesia perlu terus membangun relasi dan kemitraan dengan pemerintah dan berbagai elemen sosial lainnya dalam rangka mewujudkan visi dan tujuan Bangsa Indonesia.
Jeirry Sumampouw dari komisi GERMASA GPI Am sebagai moderator dalam bagian akhir pelaksanaan Webinar menyimpulkan bahwa Gereja dan semua warga Gereja, termasuk GPI-Am mempunyai tanggung jawab yang penting dalam kehhidupan berbangsa dan bernegara. Gereja tidak boleh ambigu dalam menyatakan eksistensi dan fungsinya dalam segala bidang kehidupan. Dalam konteks Pandemi Covid-19 saat ini, Jeirry Sumampouw lebih lanjut mengatakan bahwa Kasus COVID-19 (virus corona) sudah menjadi pandemi global, secara khusus di Indonesia. Untuk memutus rantai penyebaran virus, pemerintah dan pimpinan gereja melakukan proses sosial distancing dengan menghimbau warga gereja melaksanakan ibadah di rumah masing-masing.
Seri Webinar GPI-Am 2021 berlangsung dengan sangat dinamis dan diikuti secara antusias oleh peserta. Dan selanjutnya Pdt. Dr. R. J. Lumenta, selaku Ketua Sinode IECC, salah satu Gereja Bagian Mandiri GPI Am yang berasal dari California USA menutup Seri Webinar dengan doa penutup. (MBPN- Daud Alfons Pandie)
