• Sun. Aug 23rd, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Warga Pemilik Unit Apartemen Sunter Parkview Menduga Rapat Umum Tahunan Anggota Disalahgunakan

JAKARTA|bhayangkaraperdananews.co – Pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Apartemen Sunter Park View menggelar Rapat Umum Tahunan (RUTA), Sabtu (22/8/2026). Agenda RUTA tersebut pada dasarnya dijadwalkan untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban dan laporan keuangan Pengurus P3SRS. Namun, dalam undangan yang telah disebarluaskan, agenda tersebut juga dibarengi dengan pemilihan PanMus (Panitia Musyawarah) yang dijadwalkan pada akhir acara RUTA, yakni pada sore hari.

Namun kemudian, saat RUTA kedua dilaksanakan karena RUTA pertama tidak mencapai kuorum, dan pelaksanaannya langsung dilakukan oleh Pengurus P3SRS yang masa jabatannya sudah mendekati akhir, terjadi sejumlah keanehan yang mengindikasikan adanya dugaan “permainan tidak sehat yang semestinya tidak terjadi”.

Keanehan tersebut terjadi dikarenakan ada perubahan yang sangat tidak lazim, yang mana proses pemilihan PanMus yang seharusnya dilaksanakan sore hari, dilakukan secara khusus untuk memilih PanMus di akhir agenda RUTA, lalu diubah mendadak menjadi pagi hari di awal RUTA yang seharusnya menjadi ajang pertanggungjawaban dan laporan keuangan dari Pengurus P3SRS.

Akibatnya, dua tokoh pemilik unit yang telah diusulkan oleh para pemilik, yakni Dr. Carrel Ticualu dan Djohan Tarudji, serta telah memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) terkait Rumah Susun dan Anggaran Dasar P3SRS, justru dianulir secara sepihak oleh Pengurus P3SRS. Tindakan tersebut diduga telah dikondisikan bersama oknum Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta bernama Mukti.

Tentunya, hal ini sangat merugikan mayoritas warga pemilik unit yang berharap kedua tokoh yang mereka usulkan tersebut dapat terpilih sebagai PanMus, yang nantinya akan memilih Pengurus Baru P3SRS demi perbaikan pengelolaan Apartemen Sunter Parkview yang saat ini dinilai sudah sedemikian parah.

Menanggapi hal itu, Carrel Ticualu mengatakan bahwa berdasarkan jadwal yang tercantum dalam undangan, ia bersama Djohan datang ke lokasi acara sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, saat tiba di lokasi, ia mengaku mendapati rangkaian RUTA telah berlangsung dan hampir selesai.

“Sesuai undangan yang sudah disebarluaskan sebelumnya, agenda pemilihan PanMus Apartemen Sunter Park View itu dijadwalkan sore hari. Karena itu, saya dan Pak Djohan memastikan hadir pada siang harinya,” ujar Carrel.

Carrel kemudian mempertanyakan alasan agenda pemilihan PanMus yang menurutnya berlangsung lebih awal dari jadwal dalam undangan.

“Lalu kenapa tiba-tiba diubah agenda pemilihan Pannus menjadi pagi hari? Ada indikasi apa ini antara Elly, Ketua P3SRS, dengan Mukti yang dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI?” kata advokat senior itu.

Ia menilai peserta yang telah menyesuaikan kehadiran berdasarkan undangan menjadi kehilangan kesempatan mengikuti agenda apabila perubahan waktu tidak diketahui sebelumnya.

“Jangan sampai peserta yang sudah mengikuti jadwal dalam undangan justru tidak dapat mengikuti agenda penting karena adanya perubahan waktu yang tidak diketahui sebelumnya,” ujar Carrel.

Hingga berita ini ditulis, Pengurus P3SRS Apartemen Sunter Park View dan DPRKP DKI Jakarta belum memberikan keterangan mengenai perubahan jadwal pemilihan PanMus maupun mekanisme pelaksanaan RUTA.(MBP/red)