• Fri. May 22nd, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

3 Napiter Lapas Khusus Klas IIA Gunung Sindur Menyatakan Ikrar Setia Kepada NKRI

BOGOR | bhayangkaraperdananews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat kembali menorehkan prestasi di bidang pembinaan khususnya narapidana terorisme (napiter).

Prestasi itu yakni mampu membina tiga napiter kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, yang sebelumnya seratus lebih napiter di Lapas tersebut juga telah ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ikrar dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan janji ikrar berlanjut dengan penghormatan dan mencium bendera merah putih serta penandatanganan ikrar setia ke NKRI oleh ketiga napiter.

Kegiatan yang berlokasi di Aula Lapas Khusus itu disaksikan langsung oleh Kadivpas Kanwil Jawa Barat Kusnali, perwakilan BNPT, Densus 88 Antiteror Polri, Kodim dan Polres Bogor, serta stakeholder pada Selasa (28/11).

Dalam sambutannya, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Jawa Barat Kusnali mengapresiasi prestasi yang telah ditorehkan oleh Lapas Khusus Gunung Sindur tersebut.

Menurut pria murah senyum itu, dalam kurun waktu tiga tahun berturut-turut Lapas Khusus yang dinahkodai oleh Riko Stiven tersebut mampu mengikrarkan napiter terbanyak di Indonesia. 

“Sebanyak 67 orang pada tahun 2021, pada tahun 2022 ada 47 orang, dan pada Juni 2023 berjumlah 72 orang serta hari ini 28 November 2023 ada 3 napiter ikrar setia ke NKRI,” ujar Kusnali.

Lebih jauh, Kusnali pun berharap melalui kegiatan itu para napiter yang telah ikrar setia NKRI memiliki kesadaran terhadap hak dan kewajiban baik secara individu, masyarakat, dan warga negara. 

Kemudian, lanjut Kusnali, mampu bersikap dan bertingkah laku sebagai insan hamba Tuhan yang mampu menggunakan cipta, rasa, dan karsa secara tepat.

“Sehingga dapat bersikap adil, beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,” ujar Kusnali.

Selain itu, Kusnali juga berharap para napiter mampu menempatkan diri secara proporsional sesuai dengan fungsi dan tugasnya serta mampu menempatkan hak serta kewajiban dalam hidup bersama. 

Kemudian, memahami akan hak dan kewajibannya sebagai masyarakat serta patuh melaksanakan segala ketentuan perundang-undangan yang didasarkan atas kesadaran. 

“Mampu menjadi warga negara yang membawa diri secara tepat dalam berhubungan dengan sesama termasuk dengan lembaga-lembaga kenegaraan dalam menciptakan masyarakat yang adil, sejahtera serta bahagia,” tandasnya.

Sementara itu,  Kalapas Khusus Gunung Sindur Riko Stiven mengatakan, ikrar setia NKRI merupakan hasil akhir program deradikalisasi untuk menegaskan bersedia kembali membangun kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai Indonesia.

Alumni Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) 41 tersebut berharap langkah-langkah yang telah dijalankan pihaknya itu dapat membuat para napiter diterima kembali di tengah-tengah masyarakat.

Terakhir, Riko Stiven juga berpesan kepada seluruh jajarannya untuk bersama-sama bekerja dengan hati, sepenuh hati dan mawas hati, namun tetap hati-hati. 

“Jaga hati, jaga diri, jaga instansi untuk menjaga negeri,” tandas Riko seraya menambahkan bahwa ikrar setia NKRI merupakan hasil dari kerja sama antara pihaknya, BNPT, Densus 88, Bapas, dan stakeholder lainnya. (MBPN-M.yus)