• Thu. Jun 11th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Langganan BANJIR Di Kec. Matangkuli Aceh Utara, Masyarakat meminta Pemerintah Peduli

ACEH UTARA, bhayangkaraperdananews.com – Tokoh masyarakat matang kuli, Tgk Haji M. Ja’far Warga Masyarakat Gampong Meuria Kecamatan Matang Kuli Aceh Utara, mengatakan, ” mulai lheuh merdeka indonesia thoen 1945 sampoe oeh nohat manteong banjir,” ( arti dalam bahasa Indonesia, mulai setelah merdeka indonesia sampai dengan saat ini masih banjir) bahwa banjir di kecamatan Matang Kuli dalam setahun sudah hampir puluhan kali, pada zaman dulu cuma sekali dalam setahun, dampak banjir tersebut mengakibatkan kerugian masyarakat yang sangat besar, permukiman masyarakat terendam banjir, tanaman padi dll juga ikut terkena, bahkan di Kecamatan Lhoksukon, Pirak Timu dan sekitar nya lebih parah lagi, Sabtu ( 11/2/2023 ).

Beliau mengharapkan kepada pemerintah ditingkat kabupaten, provinsi, dan pemerintah pusat untuk membantu mencari solusi nya, karna mulai setelah merdeka nya Indonesia tahun 1945 sampai dengan sekarang belum ada yang bisa mengatasi banjir tersebut, berbicara tentang adanya pembangunan proyek strategis nasional yaitu Waduk Keureuto, itupun belum ada tanda tanda untuk bisa mengurangi banjir, kemungkinan besar proyek Waduk Keuretoe belum mencapai finishing, adapun akibat lain yang mengakibatkan banjir  terus menerus di kabupaten Aceh Utara diduga adanya pemotongan kayu di hutan yang cukup marak, ilegall loging tersebut sudah menjadi rahasia umum, tetapi belum ada yang bisa menghentikan perbuatan yang melanggar hukum atau langkah para Cukong kayu, pungkasnya.

Kami masyarakat sangat sangat menyesali hal itu dan meminta kepada bapak Presiden Republik Indonesia yaitu bapak Ir. H. Joko Widodo bisa mendengar dan menindak lanjuti, pada suatu saat kami pernah makan sahur dan berbuka puasa di kamp pengungsian, tangisan anak anak dan masyarakat tak terbendung, kami tak tahu harus mengadu kemana lagi, ya Allah, hamba memohon kepada-Mu agar marabahaya ini tidak terulang lagi kepada kami, bukakan hati para pemimpin – pemimpin kami untuk membantu mencari solusinya, pintanya. (MBPN-Rusli)