• Fri. May 22nd, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

40 Persen APBD Kabupaten Demak pada 2025 akan Dialokasikan untuk Infrastruktur dan Penanganan Abrasi di Pesisir

DEMAK | bhayangkaraperdananews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Demak menyebut bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Demak tahun anggaran 2025 akan dialokasikan untuk belanja infrastruktur pelayanan publik minimal sebanyak 40 persen.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Demak, H.Zayinul Fatta, dalam rapat sidang paripurna pada Selasa, 29 Oktober 2024.

Diketahui, hal tersebut juga telah dituangkan dalam pasal 147 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD).

Dalam UU tersebut mengamanatkan bahwa pemerintah daerah wajib mengalokasikan belanja infrastruktur pelayanan publik minimal 40 persen dari total belanja APBD di luar belanja bagi hasil dan/atau transfer kepada daerah dan/atau desa.

“Infrastruktur tetap menjadi komoditas unggulan untuk program rakyat, apalagi dalam perintah Kemendagri, kalau tidak keliru 40 persen alokasi pembelanjaan kita adalah infrastruktur. Termasuk tantangan kita ini, yaitu abrasi,” kata Zayin.

Zayin menjelaskan bahwa infrastruktur mencakup pelayanan publik, pendidikan, serta kesehatan, yang manfaatnya bisa dirasakan oleh semua masyarakat. Termasuk, kata dia, penanganan bencana abrasi yang terjadi di pesisir Demak.
“Itu merupakan komponen terbesar dalam pembelanjaan APBD kita nanti. Yang terpenting adalah rakyat ikut senang dan menerima manfaat dalam APBD itu. Termasuk juga penanganan pesisir, karena hari ini mereka yang paling menderita, mereka hidup di genangan air. Maka ini akan ada prioritas khusus,” katanya.

Pihaknya juga berharap permasalahan yang terjadi di Kabupaten Demak agar dapat terselesaikan secepatnya melalui kolaborasi dengan pemerintah hingga seluruh masyarakat.

“Target secepatnya. Semua akan kita berikan untuk menuju problem krusial di Demak, kita selesaikan bersama-sama. Pemda kita ajak bareng-bareng untuk membenahi, kemudian provinsi dan nasional juga,” ucapnya.

“Kami mengajak semuanya, tokoh masyarakat, DPR, pemerintah daerah, TNI, Polri, yang belum tuntas maka kita tuntaskan bareng-bareng. Kalau dirembuk bersama-sama InshaAllah selesai semuanya,” tandasnya. (MBPN-Demak Dwi.s)