• Fri. May 15th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Jaker Kudus dan Sentra Margo Laras Pati Perkuat Literasi Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Masyarakat

KUDUS | bhayangkaraperdananews.com  – Upaya memperkuat literasi pemberdayaan masyarakat dan pentingnya rehabilitasi sosial terus dilakukan oleh Jaringan Kebudayaan Rakyat Kabupaten Kudus melalui kegiatan silaturahmi dan diskusi bersama Bambang Tri Hartono Kepala Sentra Margo Laras Pati, pada Selasa, 13 Mei 2026.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut membahas pentingnya literasi sebagai sarana pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran sosial, ekonomi, dan kebudayaan di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, namun juga kemampuan masyarakat memahami potensi diri, lingkungan, serta peluang pengembangan ekonomi berbasis budaya lokal.

Sunoto, Pengurus Jaringan Kebudayaan Rakyat Kabupaten Kudus menyampaikan bahwa penguatan literasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan budaya rakyat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, masyarakat perlu didorong agar mampu memanfaatkan pengetahuan dan kreativitas sebagai modal pembangunan yang berkelanjutan.

“Kebudayaan dan literasi memiliki hubungan yang erat. Melalui literasi, masyarakat dapat memahami nilai-nilai budaya sekaligus mengembangkan potensi ekonomi kreatif yang ada di lingkungan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sentra Margo Laras Pati memberikan ulasan mengenai pentingnya rehabilitasi sosial sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat secara sosial dan mental. Menurutnya, rehabilitasi sosial bukan hanya menyasar individu yang mengalami persoalan sosial, tetapi juga proses mengembalikan fungsi sosial masyarakat agar mampu hidup mandiri, produktif, dan diterima di lingkungan sosialnya.

Ia menjelaskan bahwa rehabilitasi sosial sangat penting di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, mulai dari persoalan kemiskinan, keterlantaran, disabilitas sosial, hingga dampak perubahan sosial yang memengaruhi kehidupan masyarakat.

“Rehabilitasi sosial harus dipahami sebagai bentuk pemulihan harkat dan martabat manusia. Masyarakat yang mengalami persoalan sosial perlu didampingi agar kembali memiliki kepercayaan diri, keterampilan, dan kesempatan hidup yang lebih baik,” jelasnya.

Menurut Kepala Sentra, pendekatan rehabilitasi sosial juga perlu melibatkan unsur budaya dan literasi masyarakat agar proses pemulihan berjalan lebih humanis dan menyentuh akar kehidupan masyarakat. Budaya lokal dinilai mampu menjadi media pendekatan yang efektif untuk membangun rasa percaya diri, kebersamaan, serta semangat hidup masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut juga muncul gagasan untuk memperkuat kerja sama lintas komunitas budaya, pegiat literasi, serta kelompok masyarakat dalam menghadirkan program-program edukatif yang menyentuh masyarakat akar rumput.  Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas gerakan literasi berbasis kebudayaan rakyat di wilayah Kudus dan Pati, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, kreatif, serta memiliki kesadaran budaya yang kuat di tengah arus modernisasi. (MBPN-Adrian)