BLORA | bhayangkaraperdananews.com — Kehadiran Bunda PAUD Kabupaten Blora, Hj. Ainia Shalichah, S.H., M.Pd.AUD., M.Pd.BI., di tengah ribuan anak PAUD se-Kabupaten Blora bukan sekadar kunjungan kerja rutin. Bagi anak-anak, guru, dan orang tua, sosoknya telah menjelma menjadi “Ibu Kedua” yang hadir dengan kasih sayang, perhatian, dan kepedulian tulus terhadap masa depan pendidikan anak usia dini di Blora.
Setiap kali kunjungan dilakukan ke lembaga-lembaga PAUD, TK, dan Kelompok Bermain di pelosok desa hingga kecamatan, kehadiran Bunda Ainia selalu disambut antusiasme luar biasa. Anak-anak berlari mendekat, memeluk, dan menyapa dengan riang tanpa rasa canggung—sebagaimana mereka menyambut ibu kandung sendiri.
Lebih dari Sekadar Pemimpin, Hadir dengan Hati
Bunda Ainia tidak hanya memantau aspek administrasi, kurikulum, dan sarana prasarana. Beliau hadir untuk mendengarkan, memahami, dan menyentuh langsung dunia anak. Dalam setiap kunjungannya, beliau menyempatkan diri berinteraksi: bermain bersama anak, bernyanyi, membacakan dongeng, hingga membagikan jajan dan santunan bagi anak yatim-piatu.
“Anak-anak PAUD Blora adalah anak-anakku juga. Saya ingin mereka merasakan bahwa ada ibu lain yang peduli, yang hadir untuk memastikan masa kecil mereka penuh warna, aman, dan menyenangkan,” ujar Bunda Ainia saat diwawancarai awak media Bhayangkara Perdana News belum lama ini.
Sebagai Bunda PAUD sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Bunda Ainia terus mendorong pemenuhan hak-hak anak melalui berbagai program unggulan, antara lain:
1. Satu Desa Satu PAUD — memastikan akses pendidikan anak usia dini merata hingga ke desa-desa.
2. Administrasi Lengkap dan Tertib — mendorong lembaga PAUD memiliki kelengkapan dokumen legal dan operasional.
3. Kesejahteraan Guru PAUD — memperjuangkan hak dan kesejahteraan pendidik PAUD agar semakin dihargai dan sejahtera.
4. Sarana Prasarana Layak — memastikan setiap lembaga PAUD memiliki fasilitas yang aman, nyaman, dan mendukung proses belajar.
5. Keamanan Sekolah (Pagar) — prioritas pemenuhan fasilitas keamanan demi kenyamanan anak.
6. Proses KBM Menyenangkan — mendorong metode belajar yang kreatif, interaktif, dan penuh keceriaan.
7. Wajib Belajar 13 Tahun — mensosialisasikan pentingnya pendidikan berkelanjutan sejak usia dini.
8. Evaluasi dan Laporan Berkala — memastikan setiap program berjalan efektif dan berdampak nyata.
9. Kunjungan Lapangan Rutin — turun langsung memantau kondisi riil di lapangan.
Gaya kepemimpinan Bunda Ainia dikenal lembut namun tegas. Beliau tidak segan menegur jika menemukan hal yang kurang sesuai, namun selalu disertai dengan solusi dan pendampingan. Bagi para
guru PAUD, beliau adalah pemimpin yang mengayomi sekaligus mitra yang suportif.
“Bunda Ainia hadir bukan untuk menilai, tapi untuk hadir bersama kami. Beliau mendengarkan keluhan kami, membantu mencari jalan keluar, dan selalu memberi semangat. Rasanya seperti punya ibu kedua yang memahami dunia pendidikan anak usia dini dengan sangat baik,” ungkap salah seorang guru PAUD di Kecamatan Tunjungan.
Menjadi Teladan bagi Pendidikan Karakter Sejak Dini
Kehadiran Bunda PAUD Ainia Shalichah sebagai “Ibu Kedua” bagi anak PAUD Blora diharapkan terus menginspirasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, guru, hingga pemangku kebijakan. Melalui keteladanan kasih sayang, perhatian, dan komitmen yang tak tergoyahkan, beliau membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya soal kurikulum, melainkan soal membentuk karakter anak dengan cinta.
Dengan semangat “Membangun SDM Unggul, Cerdas, Berdaya Saing, dan Berkarakter”, Bunda Ainia terus berjalan dari desa ke desa, menjemput harapan, dan menyalurkan kasih sayang—menjadikan setiap anak PAUD Blora merasa dicintai, diperhatikan, dan dipersiapkan untuk masa depan yang cerah. (MBPN-ISMAN)
