KOTA SURABAYA | bhayangkaraperdananews.com – Kecelakaan yang melibatkan truk bermuatan tabung gas dan sebuah mobil hitam di KM 693 Tol Jombang arah Mojokerto pada Selasa (29/07/2025) menuai sorotan tajam dari publik. Salah satunya datang dari Ketua Umum Arek Suroboyo Bergerak (ASB), Diana Samar, yang meminta aparat kepolisian mengusut tuntas insiden tersebut.
Dalam video viral yang diunggah akun Facebook E-100, terlihat kerusakan parah pada mobil berwarna hitam. Rekaman itu menunjukkan waktu kejadian sekitar pukul 07.34 WIB. Dugaan sementara menyebutkan bahwa truk yang terlibat dalam kecelakaan merupakan milik PT. Gas Alam Sentosa (GAS).
Diana menyebut kecelakaan ini sangat memprihatinkan dan perlu ditangani secara serius, mengingat perusahaan tersebut bukan kali pertama terlibat dalam insiden serupa.
“Petugas kepolisian perlu mengusut tuntas kecelakaan ini dan memeriksa apakah perusahaan yang mengoperasikan truk bermuatan tabung gas tersebut telah memenuhi semua persyaratan keselamatan dan izin transportasi yang berlaku,”tegas Diana dalam pernyataannya, Rabu (30/07/2025).
Ia juga mendesak pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk memverifikasi izin transportasi PT. GAS, serta menilai kembali kepatuhan perusahaan terhadap regulasi pengangkutan muatan berbahaya
.“Termasuk memverifikasi apakah izin transportasi dari Dirjen Perhubungan Darat masih berlaku dan apakah perusahaan telah mematuhi semua regulasi terkait pengangkutan muatan berbahaya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Diana mengungkapkan bahwa PT. Gas Alam Sentosa telah beberapa kali terseret kasus kecelakaan, baik di jalan raya maupun di lokasi kerja. Menurutnya, hal ini mencerminkan lemahnya pengawasan internal dan sistem keselamatan kerja perusahaan tersebut.
“ASB menaruh perhatian khusus terhadap PT. Gas Alam Sentosa karena berulang kali kejadian serupa terjadi. Bahkan, ada beberapa kasus terkait kecelakaan kerja yang sangat memilukan,” ujarnya.
Untuk itu, ia meminta Satlantas Polres Jombang dan Polda Jawa Timur untuk memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini.
“Kami memohon Kasatlantas Polres Jombang dan Polda Jatim untuk memperhatikan hal ini,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun perusahaan terkait dugaan kepemilikan truk dan kronologi lengkap kejadian. Publik pun menanti langkah tegas dari aparat untuk menuntaskan kasus ini. (MBPN-Irwin)
