Aceh Singkil, bhayangkaraperdananews.com – Pembangunan lanjutan jembatan kilangan Singkil, kabupaten Aceh Singkil, ditengarai Uka-Uka alias tidak transparan. Pasalnya, sudah dua Minggu mulai dikerjakan namun papan proyek tidak dipasang.
Pantauan media Selasa(07/6)di lapangan, pembangunan OPRIT disisi Kuala baru itu sudah dikerjakan, namun tidak ada papan nama proyek, dan pekerja nya pun tidak pakai Septy pelindung diri.
Kontraktor OPRIT jembatan TA 2022, Yarmen, mengatakan kepada wartawan, mengakui belum memasang Plang proyek.
Dikatakannya, nilai pagu pembuatan Oprit pada tahun ini sebesar Rp 19 milliar bersumber dari dana Otsus. Bangunan itu dikerjakan oleh PT.Putri Seroja dan akan ditarget selesai pada Desember 2022, urai Yarmen.
Disebutkannya, badan jalan jembatan kilangan penghubung ke kabupaten Aceh Selatan itu sepanjang 400 meter. Kemudian untuk Oprit kiri dan kanan masing-masing panjang 150 meter.
Sehingga ditotalkan panjang jembatan kilangan mencapai 700 meter. Wajarlah jembatan ini disebut-sebut sebagai jembatan yang paling terpanjang di Provinsi Aceh, sebut Yarmen.
Diketahui sebelumnya, bahwa jembatan yang membelah Kuala sungai Cinendang dan Soraya itu, sudah dikerjakan semnjak tahun 2014. Pengerjaanya dilakukan secara bertahap. Sudah hampir seratus milliar dana anggaran dihabiskan untuk pembangunannya. Pada tahun tahun 2022 digelontorkan 19 milliar lagi, dan itupun belum rampung hingga hari ini.
Padahal, gubernur Aceh beberapa bulan yang lalu mengatakan bahwa jembatan itu sudah siap dan bisa berfungsi di tahun 2022 ini.
Harapan masyrakat, semoga jembatan kilangan rampung di akhir tahun 2022, dan dikerjakan secara bertanggungjawab serta berkualitas. (MBPN_A1/02.HT)
