• Kam. Mei 19th, 2022

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Bikin jera pelaku penganiayaan Dengan Pidana Paling Maksimal

Byadmin

Mar 17, 2022

Oleh : Mai’ya Zulfiana Aisyah
Dosen : Dr. Ira Alia Maerani, S.H., M.H.

Jawa Tengah. bhayangkaraperdananews.com – Di era modern seperti ini banyak kalangan remaja yang salah jalur pergaulan. Gangguan perkembangan dalam pergaulan membuat jiwa anak muda ini tidak stabil. Dengan psikologi seorang remaja yang mencari jati diri masih mengandalkan emosional. Banyak terjadinya perkelahinan penganiayaan antar remaja, tawuran karena kurang kontrolnya menjaga emosional akhirnya terjadi tindak pidana penganiayaan. Pelaku penganiayaan terjadi dari orang muda sampai orang tua tidak melihat umur.

Dalam perbuatan penganiayaan terhadap orang lain dapat dipidana. Penganiayaan adalah suatu perbuatan yang sewenang-wenang membuat perasaan tidak enak (penderitaan), rasa sakit pada tubuh ataupun luka. Meningkatnya tindak kejahatan penganiayaan dengan menggunakan senjata tanjam, senjata tumpul dan tangan kosong yang membuat penderitaan orang lain termasuk tindak pidana kejahatan yang dapat diproses dengan pidana penjara.

Contoh kasus yang terjadi di Ponorogo awal tahun 2022, seorang anak umur 55 tahun menganiaya ibu kandung sendiri berumur 84 tahun. Penganiayaan diduga permasalahan pembagian uang dari hasil penjualan kayu. Ini adalah perbuatan sangat keji dan biadap. Seorang anak tega menganiaya orang yang telah melahirkannya. Pelaku ini emosi kepada korban karena hal sepele. Korban mengalami luka-luka dibagian badan, luka patah tangan dan luka memar. Apakah hukum di Indonesia tegas dalam kasus tindak pidana panganiayaan seperti yang terjadi seorang anak menganiaya ibunya ?. Perbuatan ini majelis hakim harus bisa memberikan hukuman seberat-beratnya Karena perbuatan itu sangat biadab.

Landasan hukum pidana di Indonesia KHUP yang mengatur tindak kejahatan penganiayaan yaitu

Pasal 351 KUHP
(1) : Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
(2) : Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.
(3) : Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
(4) : Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.
(5) : Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.

Pasal 352 KUHP
(1) : Kecuali yang tersebut dalam pasal 353 dan 356 maka penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian, diancam, sebagai penganiayaan ringan, dengan pidana penjara penjara tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Pidana dapat ditambah sepertiga bagi orang yang melakukan kejahatan itu terhadap orang yang bekerja padanya, atau menjadi bawahannya.
(2): Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak pidana.

Pasal 353 KUHP
(1) : Penganiayaan dengan rencana lebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.
(2) : Jika perbuatan itu mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
(3) : Jika perbuatan itu mengakibatkan yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Pasal 354 KUHP
(1) : Barangsiapa sengaja melukai berat orang lain, diancam karena melakukan penganiayaan berat dengan pidana penjara paling lama delapan tahun.
(2) : Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun.

Pasal 355 KUHP
(1) : Penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.
(2) : Jika perbuatan itu mengakibatklan kematian yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Tapi dalam kenyataan peradilan Indonesia pidana yang diberikan sangat ringan seperti kasus yang terjadi actor Kris Hatta penganiayaan yang dilakukan terhadap Antony Hillenaar divonis lima bulan pidana penjara sebagaimana dijatuhkan pasal 351 ayat KHUP. Maka hukum pidana di Indonesia dalam tindak kejahatan penganiayaan dinilai sangat teringat sekali.

Kepada setiap lembaga peradilan dalam menindak dan mengadili dapat semaksimal mungkin memberikan sanksi pidana yang tegas sesuai dengan apa yang terjadi pada korban penganiayaan. Vonis Pidana dalam keputusan majelis hakim harus sesuai apa yang diperbuat pelaku kejahatan penganiayaan setimpal, agar pelaku kejahatan penganiayaan dapat membuat jera para pelaku .

Penulis : Mai’ya Zulfiana Aisyah Mahasiswa Hukum Universitas Islam Sultan Agung Semarang. (MBPN-Sasongko)