KAB. SEMARANG | bhayangkaraperdananews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengadakan pelatihan tanggap bencana bagi 40 warga dari Desa Regunung dan Desa Duren Kecamatan Tengaran. Pelatihan berlangsung 20-23 Juli 2026 di Balai Desa Regunung.
Kepala Pelaksana BPBD Alexander Gunawan Tribiantoro melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Agus Cahyadi menerangkan pelatihan selama empat hari diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan segenap komponen masyarakat desa menghadapi bencana. “Masyarakat nantinya akan dapat melakukan pencegahan, penanganan darurat mandiri serta pemulihan paska bencana,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026) sore.
Materi pelatihan yang diberikan antara lain kebijakan penanggulangan bencana, pengertian konsep desa Tangguh, pengkajian risiko bencana desa, penyusunan dokumen rencana dan aksi pengurangan serta penanggulangan bencana desa dan simulasi kesiapsiagaan penanganan bencana. Melalui pelatihan itu pula akan dibentuk forum pengurangan risiko bencana (FPRB) desa.
Para peserta terdiri dari perangkat desa, ketua RT/RW, anggota PKK/kader Posyandu, Karang Taruna, anggota Satlinmas dan tokoh masyarakat serta tokoh agama bersama tokoh pemuda. Selain itu juga diikutsertakan relawan dan unsur masyarakat lainnya. Sedangkan para narasumber berasal dari BPBD Kabupaten Semarang, anggota DPRD serta fasilitator Desa Tangguh Bencana (Destana).
Pelatihan ini menjadikan Desa Regunung dan Desa Duren menjadi Destana ke 93 dan 94 di Kabupaten Semarang. “Diharapkan akan terbentuk komitmen bersama antara warga desa, BPBD dan pemangku kepentingan lainnya untuk mewujdukan budaya aman dan tangguh menghadapi bencana,” pungkas Agus. (MBPN-Arie B)
