• Sab. Okt 1st, 2022

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Bupati Aceh Singkil Pamit, Bagaimana Ujung Cerita Jembatan Lae Sipola ?

ByMBP-NEWS

Jun 12, 2022

ACEH SINGKIL,Bhayangkaraperdananews.com – Dengan waktu hanya sebulan lagi, jabatan Bupati Aceh Singkil periode 2017-2022 akan berakhir.

Dengan itu pula, Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, sudah berkeliling ke desa-desa untuk melakukan kegiatan maupun kunjungan terakhir, sekaligus berpamitan terhadap warga yang dipimpinnya selama 5 tahun.

Seminggu yang lalu, Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, mengadakan kunjungan ke Desa Lae Sipola, kecamatan Singkohor, Aceh Singkil, dalam rangka pemberian Sertipikat gratis kepada warga Lae Sipola.

Dulmusrid, sudah berpamitan terhadap warga, karena hanya tinggal sebulan lagi, persisnya tanggal 21 Juli 2022, dirinya bersama wakil bupati, Sazali,S.Sos, sudah tidak berkantor lagi di Ibukota Singkil. Mereka berdua akan kembali menjadi rakyat biasa alias RABI, seperti sedia kala.

“Saya pamit, saya segera kembali menjadi masyarakat biasa. Apabila ada pelaksanaan pembangunan yang belum rampung, program yang masih tertunda, dan ada tutur kata maupun perbuatan kami yang kurang berkenan dihati bapak/ibu, mohon kami diberi maaf. Mari kita Songsong Kembali harapan kita, berjuang bersama, kerna kami sudah menjadi rakyat biasa berbaur di tengah-tengah masyarakat seperti dahulu lagi,” urai Dulmusrid, dengan nada setengah sedih.

Namun ditegaskan dalam janjinya, tentang Jembatan Lae Sipola, akan dititipkan kepada DPRK beserta Pj.Bupati yang akan menggantikannya, agar jembatan Lae Sipola yang putus itu dibangun kembali pada tahun 2023 nanti.

“Saya sudah titip pesan kepada kawan-kawan di DPRK, siapapun nanti menjadi Penjabat (Pj) Bupati Aceh Singkil, saya titipkan secara prioritas penyelesaian jembatan Hendel Rimo, juga paebaikan jalan dari Hendel menuju Singkohor dan Kotabaharu lentong, serta jalan dari Singkohor menuju Lae Sipola,” ujarnya.

Secara khusus katanya, jembatan Lae Sipola itu adalah paling Prioritas.
“IsyaAllah dalam tahun ini dalam membahas anggaran DOKA, sudah saya sampaikan kepada kepala BAPPEDA untuk menjadi prioritas pembangunan aubutmen jembatan Lae Sipola,” ujar Dulmusrid, disambut riuh tepuk tangan warga yang berhadir.

Kepala desa Lae Sipola, Agus Triono, dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagianya atas apa yang diberikan pemerintahan Dulmusrid-Sazali.

“Di akhir jabatan, kami mendapatkan sertipikat gratis, dan jembatan Lae Sipola berkenan dititipkan oleh pak Bupati untuk pembangunannya Kembali. Semoga titipan pak Bupati benar-benar terealisasi dan dambaan kami itu terwujud segera,” kata Agus.

Disampaikan Agus, lagi, jembatan itu putus akibat diterjang banjir pada tahun 2015 silam. Namun hingga kini jembatan itu tak kunjung diperbaiki. Jembatan itu sangat vital, merupakan akses utama menuju ke kota yaitu Singkil dan Subulussalam.

Masyarakat merasa terkungkung apabila jembatan Lae Sipola itu dibiarkan tetap putus. Sebab, jembatan itu akses utama warga untuk mengeluarkan hasil pertanian, terutama membawa TBS kelapa Sawit menuju keluar maupun ke Pabrik Kelapa Sawit(PKS). (MBPN_A1/02.HT)