• Tue. Jan 13th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Gubernur Bali Tak Goyah! Proyek Lift Kaca Kelingking Tetap Dibongkar Meski Ada Desakan Bendesa Adat

KARANGASEM | bhayangkaraperdananews.com – Gubernur Bali Wayan Koster kembali membuat pernyataan tegas yang memantik perhatian publik. Ia memastikan tidak akan menarik keputusan pembongkaran proyek lift kaca di Pantai Kelingking, Nusa Penida, meskipun sejumlah bendesa adat melalui Forum Paiketan meminta proyek tersebut dilanjutkan.

“Itu hanya aspirasi. Tidak mungkin dilanjutkan. Sudah jelas pelanggarannya,” tegas Koster usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (1/12/2025).

 Benturan Kepentingan Lokal vs Regulasi Pemerintah?

Proyek lift kaca yang sempat digadang-gadang menjadi atraksi baru Kelingking Beach itu ternyata dibangun tanpa izin lengkap dan berada di zona yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan pusat.

Koster menegaskan, Klungkung hanya punya kewenangan di darat, sementara area tebing, pantai, hingga laut tempat lift berdiri bukan ranah kabupaten.

 Alternatif Penataan: Tangga Alam, Bukan Lift Megah

Meski menolak keras proyek lift, Koster justru membuka ruang penataan ulang kawasan Kelingking.

Ia mengapresiasi langkah Bupati Klungkung yang mengusulkan pembangunan tangga permanen berbahan material alami agar akses wisatawan tetap nyaman tanpa merusak lanskap alam yang menjadi ikon Nusa Penida.

“Kalau ditata dengan tangga yang bagus dan berbahan alam, itu justru akan baik. Karena jalurnya memang tradisional,” ujarnya.

 Forum Paiketan Bergerak, Namun Tak Semua Sepakat, Forum Paiketan Sejebag Bendesa Adat Se–Nusa Penida sebelumnya mendesak agar proyek dilanjutkan demi ekonomi masyarakat lokal dan berencana mengajukan audiensi.

Namun polemik makin memanas setelah Bendesa Alitan MDA Kecamatan Nusa Penida menyatakan pertemuan forum itu bukan agenda resmi MDA—bahkan ia mengaku baru tahu dari media sosial.

Drama perizinan, tarik-ulur kepentingan, hingga klaim kewenangan kini membuat proyek lift kaca Kelingking menjadi salah satu isu paling panas akhir tahun di Bali. (MBPN-Nengah Suena)