METRO, Bhayangkaraperdananews.com – Saat ditemui media tanggl 3 februari 2022 KTU selalu mengeluh dan prihatin lahir bathin bersama Dewan Guru termasuk Siswa/siswi SMA Negeri 6 sampai saat ini, karena akses jalan menuju sekolahan tidak seperti sekolah lain, menurut Santa Maryati bersama Dewan Guru lainnya mengeluhkan dari jaman dulu jalan tersebut belum juga diperbaiki.
Jalan FKPPI menuju sekolah yaitu SMA Negeri 6 dari dulu bagaikan kubangan sapi, jalan ini sering mencelakai siswa siswi ketika berangakat juga pulang sekolah, sebenarnya jalan ini merupakan akses penting bagi pengguna jalan dan masyarakat juga sering mengeluh karena jalan menuju sekolahan seolah olah tidak diperhatikan Oleh pejabat terkait, KTU SMA Negeri 6 Metro selalu nangis bathin bersama juga Siswa siswi karena jalan menuju SMAN 6 tempat kerjanya bertahun-tahun belum juga ada perbaikan, itulah keluhan dan tangisan sedih bagi pengguna jalan ini.
Ketika MBP-News Metro menelusuri dan menanyakan kepada beberapa pihak, menurut keterangan Polsek Metro Selatan sangat mendukung apabila jalan menuju SMA Negeri 6 dibangun supaya Keamanan bagi pelajar nyaman melaksanakan kegiatan belajar, roda dua begitu ramai di lintas Jalan utama tetapi sayang seribu sayang jika mulai masuk kampus ini mikir dua tiga kali karena jalannya melebihi sawah sampingnya, sangat mengerikan jika lewat jalan ini.
Camat metro Selatan Yulia Candra menambahkan keterangan kepada media bahwa Jalan menuju Sekolah SMA Negeri 6 sudah diusulkan oleh masyarakat melalui Musrenbang, musyawarah Rencana pembangunan data sudah masuk tetapi untuk usulan mengenai bangunan jalan menunggu tahun depan 2023, ungkap Camat Metro. (MBPN-Edi K)
