• Wed. Apr 29th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

JAKER Kudus Gelar Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talkshow Sastra

KUDUS | bhayangkaraperdananews.com – Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya” dan dihadiri oleh Perwakilan dari : Pemerintah Kabupaten Kudus, Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kudus, Pimpinan Pusaat Jaker, MGMP Bahasa Indonesia, MGMP Sejarah, Universitas Safin Pati, Karang Taruna Kudus, Komite Seni Budaya Nusantara Kudus, BEM Universitas Muria Kudus, BEM UIN Sunan Kudus, Forum Osis Kudus, pelajar SMA/SMK serta komunitas seni budaya Kabupaten Kudus.

Talkshow ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya AJ. Susmana, penulis novel Menghadang Kubilai Khan, Wahyu Kristanto, S.S dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, serta Asa Jatmiko, pegiat teater Kudus. Diskusi dipandu oleh Iman Khanafi dari Phos Zine Sastra.

Sebelum talkshow/diskusi dimulai, ada pembacaan Puisi dari pemenang Lomba Baca Puisi Tingkat SD sederajat yang diselenggarakan jaker Kudus.  Juara 1 Azzahra Asyila R.W (SD 1 Barongan), Juara 2 Sely Aflaha ( SD N Peganjaran) dan Juara 3 Gendhing Khahiyang L (SD Masehi Kudus).  Pembacaan puisi oleh pemenang lomba mendapatkan apresiasi luar biasa dari segenap tamu undangan dengan tepuk tangan yang meriah.  Harapannya puisi mulai dikenal sejak diri sehingga ke depannya pelajar akan mampu menciptakan sebuah karya sebagai bentuk ekspresi diri tentang realita yang ada disekitarnya.

Ketika talkshow dimulai, AJ. Susmana menekankan bahwa karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk merekam sejarah dan menyampaikan nilai-nilai kehidupan.

“Sastra bukan sekadar cerita, tetapi juga jejak pemikiran dan refleksi zaman yang bisa menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Wahyu Kristanto menyoroti pentingnya pelestarian budaya melalui karya sastra. Menurutnya, sastra memiliki peran strategis dalam menjaga identitas lokal di tengah arus modernisasi.  “Sastra bisa menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, sekaligus memperkuat karakter budaya masyarakat,” katanya.

Asa Jatmiko menambahkan bahwa pendekatan sastra juga dapat dikembangkan melalui seni pertunjukan seperti teater. Ia menilai bahwa kolaborasi antar bidang seni akan memperkaya cara masyarakat dalam memahami makna sebuah karya.

Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta yang aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan terkait pengalaman mereka dalam membaca maupun menciptakan karya sastra.

Ketua panitia penyelenggara Adrian dari JAKER Kabupaten Kudus menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membuka ruang dialog serta meningkatkan minat literasi di kalangan generasi muda.

“Harapannya, melalui kegiatan ini para pelajar/peserta tidak hanya menjadi penikmat, tetapi juga mampu menciptakan karya sastra yang bermakna dan relevan dengan kehidupan mereka,” ungkapnya.

Melalui momentum Bulan Puisi ini, JAKER Kudus berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang kreatif yang mendorong tumbuhnya ekosistem sastra/puisi dan kebudayaan di kabupaten Kudus. (MBPN-Ian Hadi)