KUDUS | bhayangkaraperdananews.com – GOR Indoor SMAN 1 Bae hari ini, Senin (27/4), dipenuhi semangat kreativitas pelajar se-Kabupaten Kudus. SMAN 1 Bae dipercaya menjadi tuan rumah Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Kudus. Ajang bergengsi ini diikuti ratusan peserta dari SMA, SMK, dan MA negeri maupun swasta se-Kabupaten Kudus.
Acara dibuka secara resmi pukul 08.00 WIB di GOR Indoor SMAN 1 Bae. Pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan tari selamat datang dari tuan rumah dan sambutan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa FLS3N menjadi ruang aktualisasi bakat seni dan sastra sekaligus membentuk karakter Pelajar Pancasila yang kreatif dan berbudaya
FLS3N 2026 melombakan beragam cabang di antaranya: baca puisi, cipta puisi, gitar solo, monolog, tari kreasi, vokal solo, film pendek, jurnalistik, kriya, menulis cerpen, hingga musik tradisional. Peserta tampil penuh totalitas di hadapan dewan juri profesional dari unsur akademisi dan praktisi seni.
Yang cukup menarik dalam FLS3N ini salah satunya adalah cabang lomba jurnalistik. Para peserta ditantang untuk menyusun karya berita, feature, hingga opini dengan mengangkat isu-isu lokal yang relevan, mulai dari budaya, pendidikan, hingga dinamika sosial masyarakat Kudus. Salah satu pembina Jurnalistik, Priyo W menyampaikan bahwa jurnalistik menjadi salah satu cabang penting dalam FLS3N karena memiliki peran strategis dalam membentuk pola pikir kritis dan kemampuan literasi siswa. “Di tengah derasnya arus informasi digital, pelajar harus mampu memilah, menganalisis, dan menyampaikan informasi secara akurat dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Dalam proses lomba, peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan menulis, tetapi juga dari ketajaman observasi, keakuratan data, serta etika jurnalistik yang diterapkan. Salah satu peserta, Rachel mengaku bahwa lomba ini menjadi pengalaman berharga untuk belajar menjadi jurnalis muda. Ia menilai bahwa jurnalistik bukan sekadar menulis berita, tetapi juga tentang memahami realitas dan menyuarakan kebenaran. “Kami belajar turun langsung ke lapangan, wawancara narasumber, dan menyusun fakta menjadi tulisan yang bermakna,” ungkapnya.
Keberadaan lomba jurnalistik dalam FLS3N menjadi bukti bahwa dunia pendidikan mulai memberi perhatian serius pada penguatan literasi media di kalangan pelajar. Di era digital yang sarat dengan hoaks dan disinformasi, kemampuan jurnalistik menjadi bekal penting bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
Selain itu, jurnalistik juga berperan dalam membangun karakter pelajar yang jujur, kritis, dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen informasi yang berkualitas.
Dengan terselenggaranya lomba jurnalistik FLS3N 2026 di Kudus, diharapkan akan lahir bibit-bibit jurnalis muda yang mampu berkontribusi bagi masyarakat. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi ruang pembelajaran yang membentuk generasi pelajar yang cerdas, berintegritas, dan peka terhadap lingkungan sekitarnya.
Adapun pemenang cabang lomba Jurnalistik pada FLS3N kab Kudus adalah :
- Juara 1 dari SMA N 1 Mejobo.
- Juara 2 dari SMA N 1 Mejobo.
- Juara 3 dari SMK Muhamadiyah.
- Harapan 1 dari MAN 2 Kudus.
- Harapan 2 dari SMA N 1 Jekulo.
Pembina FLS3N SMAN 1 Mejobo menyampaikan rasa syukurnya. “Anak-anak luar biasa. Ini hasil latihan intensif, pendampingan guru, dan doa seluruh warga sekolah. Juara 1 dan 2 jurnalistik jadi bukti literasi di Mejobo hidup” ujarnya. Kepala SMAN 1 Mejobo Bapak Eko Puji Sumaryanto, S.Pd.,M.Pd. turut bangga atas capaian ini. “FLS3N bukan sekadar lomba, tapi proses belajar merdeka. Piala-piala ini kami persembahkan untuk kemajuan seni dan literasi di Mejobo,” ucapnya saat ditemui terpisah. (MBPN-Adrian)
