• Sen. Feb 6th, 2023

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Kejati DKI Jakarta Gelar Konferensi Pers Refleksi Akhir Tahun 2022, Pencapaian Kinerja Lebih dari Target

ByMBP-NEWS

Des 29, 2022

Jakarta, bhayangkaraperdananews.com – Dalam rangka penyampaian atas pencapaian kinerja di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta pada Tahun 2022, Kejati DKI telah menggelar Konferensi Pers “Refleksi Akhir Tahun 2022” di Kantor Kejati DKI Jakarta Jln.H.R Rasuna Said No.2 Jakarta Selatan , Kamis (29/12/22).

Kepala Kejati DKI Jakarta Dr Reda Manthovani dengan didampingi oleh Wakajati-Patris dan seluruh Asisten Kejati DKI Jakarta serta para Kajari yang berada di wilayah Dki Jakarta, menjelaskan terkait hasil kinerja di tahun 2022 ini, dihadapan awak media.

“Melihat data laporan kinerja masing-masing bidang, baik di lingkungan Kejati DKI maupun di wilayah kinerja Kejaksaan Negeri se-DKI Jakarta,dengan hasil yang sangat memuaskan dengan rata-rata 100 persen bahkan ada yang lebih ” ucap Kepala Kejati DKI Jakarta Rade.

“Bahkan Dimana Bidang Pidsus secara akumulasi yakni Kejati DKI Jakarta, dan 5 Kejari, berhasil melakukan pengembalian kerugian keuangan Negara melalui ( Barang Rampasn, Uang Sitaan, Denda dan Uang Pengganti) sebesar Rp 1.909.184.863.905,-. Sedangkan penanganan penyidikan perkaras korupsi secara akumulasi sebanyak  34 kasus, dan terselesaikan sebanyak 22 perkara.” ujarnya.

Sementara bidang Pidum secara akumulasi sejak Januari hingga Desember 2022 menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPD) sebanyak 7886 perkara dan terselesaikan 100 persen. Sedangkan kasus Pidum yang mendominasi terjadi diantaranya kasus narkoba dan pencurian.

Sedangkan kasus yang menarik perhatian publik diantaranya, kasus pembunuhan Brigadir Josua, dan kasus Narkoba yang menjadikan Irjen Pol. Teddy Minahasa sebagai tersangka yang berkasnya sudah P-21.

“Adapun Selama tahun 2022 juga ada 14 jaksa yang dilaporkan dan ditangani dan  penanganannya oleh bidang Pengawasan, dan diselesaikan dengan pemberian hukuman ringan kepada 2 jaksa, sedang 1 tata usaha dan 4 jaksa. Sedangka jenis perbuatan yang dilakukan adalah indispliner 1 tata usaha, 6 jaksa.

“Untuk kinerja bidang intelijen bagian Penegakan Hukum secara akumulasi mencapai target 100 persen, bidang Penyuluhan Hukum dari target Pengamanan Pembangunan Strategis sebanyak 91 proyek yang dimohonkan 26 instasi pemohon, dan melakukan kegiatan penyuluhan hukum sebanyak 15 kegiatan,
sedangkan untuk pengamanan Daftar Pencarian Orang (DPO) dari target 49 orang, dan berhasil terealisasi 17 orang dan berhasil juga melakukan peneluran aset dari Target target tersebut,” Pungkapnya. (MBPN-RIk)