• Tue. Jan 13th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

LSM GRACIA Pertanyakan Terkait Tulisan Dalam Karangan Bunga yang Terpajang Depan Gedung SD Swasta

JAKARTA | bhayangkaraperdananews.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Cinta Indonesia (GRACIA) mempertanyakan isi karangan bunga yang dipajang di depan gedung sekolah dasar swasta PIS yang berda di Kelapa Gading, Jakarta Utara.  Pasalnya, terlihat tulisan di karangan bunga tersebut dinilai menyudutkan dan mengkambinghitamkan pihak-pihak tertentu.

Adapun tulisan di karangan bunga itu berbunyi; “Kami tidak terima oknum polisi, oknum tentara serta LSM & preman di sekolah kami. Ingat ini sekolah”. Karangan bunga berikutnya; “Cabut izin LBH & LSM OTS Bully! Ini negara hukum! Jangan memainkan hukum untuk menindas guru-guru kami & merusak reputasi Kepsek.

Hisar Sihotang selaku Sekretaris LSM GRACIA, didampingi O Pakpahan SH, Bidang hukum LSM GRACIA dan Arny Novida Haryati Harianja, Ketua Bidang Pendidikan LSM GRACIA.menyoroti terkait pemasangan karangan bunga tersebut yang memancing pihaknya keluar untuk mempertanyakannya.

Hisar, Arny dan Pakpahan menilai juga pemasangan karangan bunga subuh dan pagi yang kemudian menghilang seketika (terutama yang dipasang subuh) dinilai aneh dan janggal. Untuk permasalahan yang sangat sepele namun terus dibesar besarkan dan dilebar lebarkan itu ditujukan antara lain terhadap LSM GRACIA. Alasannya, karena pihaknya atau LSM GRACIA sebelumnya  mengirim permohonan klarifikasi ke Pihak sekolah yang berda di Kelapa Gading terkait adanya dugaan hoaks berbau fitnah dan bullying.

Permohonan klarifikasi, kata Hisar, sengaja dilakukan pihaknya karena ada dugaan diskriminasi terhadap murid-murid Sekolah Dasar di sekolah tersebut. “Seharusnya ada kesetaraan pada seluruh siswa. Apabila terjadi suatu permasalahan di sekolah menjadi sepenuhnya wewenang sekolah untuk menyelesaikannya kalau memang masih bisa. Tidak perlu orangtua ikut campur apalagi dengan menyalahgunakan kewenangan yang ada padanya atau disandangnya,” tutur Hisar.

Jika ada masalah antara murid-murid Sekolah Dasar (SD) seharusnya berusaha diselesaikan dengan baik oleh sekolah dengan orang tua murid tersebut.  “Jangan ada pemutarbalikan fakta oleh orangtua murid. LSM GRACIA secara tegas menyatakan kecewa kalau sampai ada rekayasa apalagi manipulasi fakta guna menyudutkan anak murid yang sesungguhnya masih polos, lugu dan tidak tahu ambisi-ambisi orangtuanya. Dan LSM GRACIA bukan tempatnya berkumpul preman-preman,” tegasnya.

Ia Hisar Sihotang juga mengingatkan sekolah jangan memberikan perlakuan khusus terhadap murid terentu di satu sisi namun di sisi lain mengerjain murid lainnya.dan tidak boleh  kaku, permasalahan murid-murid yang tidak bisa diselesaikan cepat perlu dimediasi dengan mempertemukan orangtuanya,” ujar Hisar.

Arny Novida selaku ketua bidang pendidikan mengatakan “Kami (LSM GRACIA) hendak mengklarifikasi apa yang terjadi di sekolah melalui surat, kok tiba-tiba muncul tudingan LSM preman back-up anak/murid tertentu. Yang memback-up siapa,” ujar Arny.

O Pakpahan, SH menambahkan, isi karangan bunga yang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara mencabut izin LSM dinilai ngawur juga. “Kalau anak-anak bermasalah – kalau ada –  sekolah sekolah  sebaiknya segera menyelesaikannya. Nah ada Upaya untuk itu dari LSM GRACIA sama sekali tidak direspon. Malah dilebar-lebarkan  permasalahan murid yang sesungguhnya sederhana. Orangtua murid dikelompok-kelompokin lalu diadu domba,” ungkapnya

Sesuai nama LSM kami GRACIA, kami tentunya cinta masyarakat, bangsa dan negara Indonesia serta ingin anak-anak semua cerdas. Karena itu kami berusaha menjaga pendidikan anak-anak agar berlangsung baik dan benar-benar mencerdaskan mereka. Sekali lagi, kalau ada oknum yang mengganggu pembelajaran anak-anak demi memuaskan ego pribadinya, kami LSM GRACIA akan tampil berusaha mencegahnya sekeras-kerasnya,” Pungkasnya. (MBP/Red)