Gambir – Jakarta, bhayangkaraperdana-news.com – Isu tentang pendidikan, secara khusus terkait dengan persaingan antar institusi pendidikan baik yang diselenggarakan oleh pihak negeri maupun pihak swasta merupakan realitas yang perlu disikapi oleh semua elemen bangsa. Sinode Am Gereja Protestan Indonesia (GPI Am) yang terdiri atas 12 Sinode Gereja Bagian Mandiri (GBM) menyikapi secara serius realitas ini, karena terkait erat dengan kualitas penyelenggaraan institusi pendidikan yang diselenggarakan oleh ke-12 Sinode Gereja Bagian Mandiri GPI AM. Menurut Pdt. Drs. Rudy I Ririhena, selaku ketua umum Sinode Am GPI, sebagai penyelenggara pendidikan, gereja-gereja bagian mandiri GPi Am perlu untuk menyiasati persaingan tersebut dengan manajemen sekolah yang baik guna meningkatkan kinerja lembaga pendidikan secara efektif dan efisien.
Dalam kerangka realitas persoalan di atas, Sinode Am Gereja Protestan Indonesia telah menyelenggarakan webinar yang berlangsung pada Rabu, 13 Juli 2022 yang diikuti oleh peserta dari ke-12 Sinode Gereja Bagian Mandiri, dan penyelenggara sekolah-sekolah Kristen yang berada di bawah naungan sinode setiap GBM.
David F Saragih, SE., Ak, RFP yang adalah Founder and CEO EI Edu selaku Narasumber dalam webinar tersebut menyampaikan bahwa dalam persoalan terkait dengan manejemen sekolah, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan pemetaan masalah yang terjadi secara jelas untuk merumuskan solusi terhadap persoalan tersebut. Solusi sendiri merupakan action yang terdiri atas tiga jenis, yaitu preventive, corrective dan Improvement action. Meresponi pertanyaan beberapa peserta terkait dengan peniingkatan kualitas tenaga pengajar dan pembiayaan operasional yang menjadi pergumulan sekolah=sekolah Kristen yang diselenggarakan oleh ke-12 Sinode Gereja Bagian Mandiri GPI AM, David Saragih berpendapat bahwa Gereja sebagai penyelenggara pendidikan dapat memulai memaksimalkan potensi-potensi yang ada dalam gereja sendiri. Potensi yang dimaksud adalah sumber daya manusia dan sumber daya finansial gereja yang perlu dimaksimalkan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan.
Webinar yang berlangsung secara dinamis tersebut dihadiri oleh seluruh unsur BPH GPI. Pdt. Rudi I Ririhena selaku Ketua Umum, Pdt. Siska Felubun-Tuwanakotta, Pdt Yusuf Nakmofa, Pdt. H. Lokra dan Diaken Maikel Sajangbati dan utusan dari ke=12 sinode GBM GPI Am yang berjumlah 100 peserta. Sebagai kesimpulan dari webinar tersebut, Pdt. Dr. Justitia VD Hattu, selaku moderator dalam webinar tersebut menyampaikan bahwa dalam konteks perkembangan saat ini, gereja harus memprioritaskan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Kepemimpinan, sumber daya manusia, sarana dan pra sarana, serta manajemen gereja dalam lingkup ke-12 Sinode GBM GPI Am adalah unsur-unsur penting dalam menerapkan pendidikan kristen di gereja, sedapat mungkin diupayakan secara maksimal dan efektif dalam menyikapi adanya gejolak masalah di tengah-tengah kemajemukan masyarakat dalam agama, sosial dan budaya. (MBPN-Daud Alfons Pandie)
