• Sen. Jan 17th, 2022

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Pemkab Aceh Singkil Usulkan Pelepasan TWA di Kepulauan Banyak Seluas 6000 Hektare

Byadmin

Des 2, 2021

Aceh Singkil, bhayangkaraperdananews.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui Dinas Pertanahan mengusulkan pelepasan Taman Wisata Alam (TWA) ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi dan Dinas Pertanahan Provinsi Aceh.

Diperkirakan luas pelepasan lahan taman wisata alam (TWA) di kepulauan banyak tersebut mencapai sekitar 6000 hektare.

“Hampir semua kawasan TWA itu kita usulkan, tapi ada satu pulau kelupaan memasukkan dalam usulan. Itulah pulau rago-rago”, kata Kepala Dinas Pertanahan Drs. Syamla, didampingi Kabid Pengaturan, Penguasaan dan Penatagunaan Tanah, Eri Mufdilah, ST. Kamis (02/12/2021) di Kantornya.

Tambah dia (Eri), meyakinkan bahwa saat ini pemerintah Kabupaten Aceh Singkil sedang menunggu surat keputusan berupa rekomendasi dari Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR).

“Nah, untuk sementara kita masih menunggu keputusan dari kementrian Agraria apakah itu bisa direkomendasi untuk dilepas atau belum. Kalau itu sudah keluar nanti barulah kita lanjutkan apa yang harus kita laksanakan, apakah nanti kita meminta alas hak tanah,”jelasnya.

ia juga mengatakan, pengusulan pelepasan status taman wisata alam (TWA) yang bakal diterima oleh pihak Kementrian nantinya akan berubah menjadi dengan status tanah milik Pemerintah dan Masyarakat.

Menurutnya peluang diterimanya pengusulan pelepasan taman wisata alam (TWA) di kepulauan banyak tersebut sangat besar.

Sebab katanya, pulau-pulau yang di anggap masuk dalam TWA tersebut sudah memiliki surat keterangan tanah (STR) sejak jaman belanda.

” Jadi TWA ini Kalau enggak salah dibuat oleh kementrian tahun 2006. Sebelumnya tanah-tanah pulau itukan tanah milik dari jaman belanda. Makanya sertifikat orang itu (warga dikepulauan) rata rata bahasanya bahasa Belanda, sertifikat bertuliskan Bahasa Arab gundul juga ada,”pungkasnya.

Untuk didiketahui, pengusulan pelepasan lahah taman wisata alam (TWA) di kepulauan banyak tersebut merupakan program Pemanfaatan Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA). (MBPN_A2/HT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *