SEMARANG | bhayangkaraperdananews.com – PERHUTANI (07/11/2023) | Bertempat di halaman Kantor Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang, Jalan Dr. Cipto No. 99 Semarang, Kepala Perum Perhutani KPH Semarang melepas anak didiknya (Pramuka Saka Wanabakti) Kwarcab Semarang untuk mengikuti kegiatan Pertikawan Tingkat Regional Jawa Tahun 2023 di Bumi Perkemahan Mashudi, Kiarapayung, Jatinangor Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat. Kamis (7/11).
Sebelum keberangkatan/pelepasan, di ruang rapat Kantor KPH Semarang, Teguh Jati Waluyo didampingi jajaran manajemen KPH Semarang memberikan pembekalan kepada adik-adik Saka Wanabakti yang mengiktui acara tersebut. Teguh berpesan 3 J : Jaga Kesehatan, Jaga Kekompakan, Jaga Citra KPH Semarang.
Diharapkan seluruh adik-adik pramuka yang mewakili KPH Semarang dalam pelaksanaan kegiatan nanti senantiasa menjaga Kesehatan, ikuti seluruh kegiatan yang dilaksanakan, jangan lupa untuk minum suplemen/vitamin demi menjaga kebugaran tubuh, saling menjaga kekompakan tim, saling mengingatkan dan bekerjasamalah selalu dalam urusan apapun disana.
Lebih lanjut Teguh mengingatkan bahwa yang terpenting adalah karena adik-adik pramuka ini mewakili KPH Semarang, maka wajib hukumnya menjaga citra Perum Perhutani KPH Semarang, jangan melakukan hal-hal yang nantinya dapat memberikan penilaian buruk yang berdampak pada institusi yang mengirimnya.
Teguh juga menyampaikan bahwa tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan selama ± 5 Hari (jum’at-selasa) yang dimulai pada tanggal 8-12 Desember 2023 adalah dalam rangka menambah wawasan untuk mencintai lingkungan, maka tema yang diambil pada kegiatan ini adalah “Cinta Hutan, Lestari Lingkungan”, pungkasnya.
Saka Wanabakti adalah wadah bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang khusus memfokuskan dharma bakti dan pengabdiannya untuk pelestarian lingkungan Hidup dan sumber daya alam.
Kegiatan Pertikawan yang diadakan tidak lepas dari keinginan untuk menanamkan kepada generasi muda, untuk ikut bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan hidup dan sumber daya alam, kiprah nyatanya dapat dilakukan melalui berbagai macam kegiatan seperti : penghijauan, sosialisasi kepada masyarakat akan arti pentingnya hutan bagi kehidupan, kegiatan bakti sosial yang disisipi pesan untuk peduli dan menjaga lingkungan hidup serta membentuk komunitas-komunitas/FGD (Focus Group Discussion)) yang konsen menyuarakan issue-issue lingkungan dan rehabilitasi hutan dan lahan dengan menselaraskan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. (MBPN-Muhtarom/Kom-PHT/Smg/Pay)
