BOYOLALI | bhayangkaraperdananews.com – Kasus stunting saat ini menjadi agenda nasional,kasus stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan anak melainkan juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal, hingga dikawatirkan akan menyebabkan berbagai gangguan seperti mental anak serta semangat belajar yang Dibawah rata rata yang berakibat turunnya prestasi anak sekolah.
Berdasar peraturan presiden no 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dan peraturan Badan Kependudukan dan keluarga berencana Nasional no 12 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Stunting Indonesia,
Kabupaten Boyolali melakukan kegiatan pemberian makanan tambahan berbahan lokal untuk diberikan kasus stunting di wilayah kecamatan wonosamudro, terutama di Desa Repaking dan Bengle, diberikan langsung dari Dinas Ketahanan Pangan ke Kader Posyandu Desa Repaking Asih suprapti, Nur khayati, Safia,Rina,Anita, dengan didampingi bidan Desa Atik Indriawati.

Menu makanan tambahan dibuat dan disepakati oleh tim dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali dengan mempertimbangkan kandungan gisi yang sesuai untuk kasus stunting, pemberian makanan tambahan diberikan setiap hari, dengan fariasi menu,dengan memperhatikan kesukaan anak,kini penerima manfaat merasakan peningkatan berat badan,juga anak mulai gemar makan makanan bergisi,46 anak Desa Repaking 36 Desa Bengle Desa percontohan di Kabupaten Boyolali
Atik Indriawati bidan Desa Repaking melihat langsung proses memasak,mengemas bersama mencicipi masakan para Kader Desa Repkaing dengan menu Nasi sayur sob daging ayam dengan buah semangka,” Betol mantab,enak sekali,” kata Atik.
Disela sela makan bersama Kader, bidan atik menyempatkan menghubungi beberapa ibuk anak stunting,
Katanya “, mantab ibuk,enak sekali masakanya, anak saya lahap,menyantap menu dari para Kader Desa Repaking,
Kami para ibuk puas sekali,terima kasih ibuk. (Mbp news tarom)
