• Thu. Aug 6th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Puisi Dari Lereng Muria JAKER Kudus Gaungkan Semangat Me-Lestari-Kan Bumi Rahtawu Melalui Suara Anak-anak

KUDUS | bhayangkaraperdananews.com – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Juli 2026, Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar kegiatan “Puisi dari Lereng Muria #1” mengusung tema “Lestari Bumi Rahtawu”, di kawasan Pertapaan Eyang Puntodewo, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan penampilan pembacaan puisi dari para murid SD di Desa Rahtawu dan murid SMP Negeri 3 Satu Atap Rahtawu serta Mahasiswa KKN dari UIN Kudus sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap kelestarian alam dan budaya lereng Muria.

Puisi-Puisi yang dibacakan merupakan Kumpulan puisi dari Masyarakat umum yang memiliki kecintaan kepada sastra khususnya Puisi.  Mereka Adalah AJ. Susmana, Annisa Lituhayu, Untung Sarwono, Asa Jatmiko, Imam Khanafi, Sofia Bardina, ian Hadi dan Wahyu Kristanto serta kiriman puisi dari Liviana Angie Nikeishya dari SMK Al-Islam Kudus.

Acara berlangsung dalam suasana sejuk khas pegunungan Muria dengan dihadiri perwakilan kesbangpol Kudus, Tamu Undangan (Paguyuban Silaturahmi Nur Dzat Sejati Masyarakat Madura Kudus, pegiat seni, budayawan, masyarakat, guru, orang tua, serta relawan kebudayaan.

Melalui lantunan puisi yang dibawakan penuh penghayatan, para peserta menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga hutan, mata air, sungai, serta warisan budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Rahtawu. Sebagai apresiasi atas partisipasi acara ini, panitia memberikan paket Pendidikan (Buku Tulis dan alat tulis) kepada seluruh penampil.

Wahyu Deseptian, Ketua Jaringan Kebudayaan Rakyat Kabupaten Kudus menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan ruang ekspresi bagi anak-anak sekaligus sarana menanamkan kecintaan terhadap lingkungan sejak usia dini.

“Anak-anak bukan hanya pewaris budaya, tetapi juga penjaga masa depan bumi. Lewat puisi mereka belajar mencintai alam, menghargai tradisi, dan memahami bahwa kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Penampilan para murid mendapat apresiasi dari para tamu undangan. Dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna, setiap puisi menggambarkan keindahan lereng Muria, kesejukan hutan Rahtawu, serta harapan agar alam tetap lestari di tengah berbagai tantangan kerusakan lingkungan.

Selain menjadi peringatan Hari Anak Nasional, kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan karakter melalui seni sastra. Anak-anak diajak tampil percaya diri di depan publik, mengasah kemampuan literasi, sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap daerah tempat mereka tumbuh.

Tema “Lestari Bumi Rahtawu” dipilih sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat agar menjaga kelestarian kawasan lereng Muria yang memiliki nilai ekologis, budaya, dan spiritual. Melalui karya sastra, pesan pelestarian lingkungan disampaikan dengan cara yang lebih menyentuh dan mudah diterima oleh berbagai kalangan.

JAKER Kabupaten Kudus berharap Puisi dari Lereng Muria #1 dapat menjadi agenda budaya yang berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak sekolah, komunitas seni, serta masyarakat di kawasan Muria. Dengan demikian, sastra tidak hanya menjadi media berekspresi, tetapi juga menjadi gerakan bersama dalam merawat budaya dan menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang. (MBPN-ian_hadi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *