• Thu. Oct 1st, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Satgas Pangan Cek Gudang Jagung di Blora, Stok 4.100 Ton Dipastikan Aman dan Tak Ada Penimbunan

BLORA | bhayangkaraperdananews.com – Ketersediaan stok jagung di Kabupaten Blora menjadi perhatian Tim Satgas Pangan Mabes Polri bersama Kementerian Pertanian RI dan jajaran terkait. Pemantauan dilakukan dengan mendatangi sejumlah gudang jagung untuk memastikan pasokan tetap tersedia sekaligus mengantisipasi potensi penimbunan yang dapat memengaruhi harga di tingkat petani maupun konsumen.

Kegiatan pemantauan tersebut berlangsung pada Rabu, 30 September 2026, mulai pukul 07.30 WIB hingga sekitar pukul 12.30 WIB. Polres Blora turut melakukan pendampingan terhadap Tim Pemantauan Stok Jagung dari Kementerian Pertanian dan Tim Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri selama berada di wilayah Kabupaten Blora.

Tim melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi stok, kapasitas gudang, mekanisme pembelian dari petani, proses pengeringan, hingga jalur distribusi jagung setelah keluar dari gudang. Pemantauan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan perdagangan komoditas jagung berlangsung sesuai ketentuan dan tidak terjadi praktik penimbunan.

Kapolres Blora AKBP Inggal Widya Perdana melalui Tim Satgas Pangan Polres Blora, Ipda Iwan Nugroho, mengatakan pengecekan dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi stok jagung di lapangan.

“Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok jagung di wilayah Kabupaten Blora tetap aman, sekaligus memastikan tidak ada penimbunan yang dapat mengganggu distribusi dan stabilitas harga,” ujar Ipda Iwan Nugroho menyampaikan keterangan Kapolres Blora AKBP Inggal Widya Perdana.

Menurutnya, selain mengecek stok, tim juga memberikan imbauan kepada para pelaku usaha
agar menjalankan perdagangan jagung secara wajar dan menjual komoditas sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi
atau HET yang berlaku.

“Kami juga mengimbau kepada para pelaku usaha agar tidak melakukan penimbunan. Komoditas jagung harus tetap beredar dan distribusinya berjalan sehingga kebutuhan masyarakat maupun sektor peternakan tetap dapat terpenuhi,” katanya.

Pemantauan diawali dengan kedatangan tim di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Blora sekitar pukul 07.30 WIB. Setelah melakukan koordinasi, tim bergerak menuju sejumlah gudang jagung yang menjadi sasaran pemeriksaan.

Lokasi pertama yang didatangi adalah UD Sumber Tani di Desa Tempel, Kecamatan
Jepon, Kabupaten Blora. Tim tiba sekitar pukul 08.30 WIB dan melakukan pengecekan sekaligus wawancara dengan pihak pengelola gudang hingga sekitar pukul 10.15 WIB.

Dari hasil pemantauan, UD Sumber Tani memiliki kapasitas gudang sekitar 2.000 ton. Saat pemeriksaan berlangsung, stok jagung yang tersimpan mencapai sekitar 800 ton.

Proses pengeringan jagung dilakukan dengan dua metode, yakni menggunakan oven dan pengeringan secara manual. Jagung tersebut diperoleh dari petani dengan harga pembelian berkisar Rp6.500 hingga Rp6.800 per kilogram.

Untuk distribusinya, jagung dari UD Sumber Tani antara lain dikirim kepada kelompok mitra atau pembeli di wilayah Demak dan digunakan untuk kebutuhan pakan ternak.

Pihak pengelola gudang juga menjelaskan bahwa ketersediaan jagung relatif terus ada. Namun, harga komoditas mengalami perubahan mengikuti kondisi harga dari pihak pabrik maupun perkembangan harga di tingkat penjual.

“Dari hasil pengecekan, stok jagung di gudang masih tersedia. Harga memang bersifat fluktuatif karena mengikuti perkembangan harga dari pabrik dan kondisi pasar,” kata Ipda Iwan.

Setelah dari UD Sumber Tani, tim melanjutkan pemantauan ke CV Tani Jaya yang berada di Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon. Tim tiba sekitar pukul 10.26 WIB dan kembali melakukan pemeriksaan terhadap stok serta menggali informasi mengenai aktivitas perdagangan jagung.

CV Tani Jaya memiliki kapasitas gudang sekitar 3.000 ton. Saat dilakukan pemeriksaan, stok jagung yang tersedia tercatat sekitar 1.000 ton.

Seperti gudang sebelumnya, proses pengeringan jagung dilakukan menggunakan oven dan metode manual. Jagung yang tersedia diperoleh dari petani dengan kisaran harga Rp6.500 sampai Rp6.800 per kilogram.

Dari gudang tersebut, jagung kemudian dipasarkan ke sejumlah wilayah, di antaranya Semarang dan Cilacap. Pergerakan harga juga disebut mengikuti perkembangan harga dari pabrik dan kondisi transaksi antara penjual dengan pembeli.

“Tim tidak hanya melihat jumlah stok, tetapi juga melakukan wawancara mengenai asal jagung, harga pembelian, proses pengeringan dan tujuan distribusinya. Ini penting untuk mengetahui apakah rantai pasok berjalan normal,” ujar Ipda Iwan.

Pemantauan kemudian berlanjut ke PT Angkasa yang berada di Jalan Blora-Randublatung, Desa Kamolan, Kabupaten Blora. Tim tiba sekitar pukul 11.48 WIB untuk melakukan pengecekan stok jagung yang berada di lokasi tersebut.

PT Angkasa memiliki kapasitas gudang yang jauh lebih besar, yakni sekitar 6.000 ton. Berdasarkan hasil pemeriksaan, stok jagung kategori fit mencapai sekitar 900 ton, sedangkan stok kategori food berada di kisaran 1.400 ton.

Dengan demikian, jumlah stok yang terdata di tiga lokasi yang diperiksa mencapai sekitar 4.100 ton. Angka tersebut berasal dari stok sekitar 800 ton di UD Sumber Tani, 1.000 ton di CV Tani Jaya dan 2.300 ton di PT Angkasa.

Di PT Angkasa, jagung juga melalui proses pengeringan menggunakan oven maupun secara manual. Harga pembelian dari petani berada pada kisaran Rp6.500 hingga Rp6.800 per kilogram.

Untuk distribusi, jagung dari perusahaan tersebut antara lain dikirim ke wilayah Cirebon, Solo dan sejumlah sektor peternakan. Pola distribusi tersebut menunjukkan komoditas yang berada di gudang tetap bergerak sesuai kebutuhan pasar.

“Dari tiga lokasi yang dilakukan pengecekan, tidak ditemukan adanya indikasi penimbunan stok jagung. Stok masih tersedia dan distribusi tetap berjalan,” tegas Ipda Iwan.

Ia menambahkan, kondisi tersebut tidak terlepas dari situasi Kabupaten Blora yang saat ini memasuki musim panen jagung. Kondisi panen membuat pasokan komoditas jagung di wilayah tersebut masih relatif tersedia.

“Untuk stok saat ini masih aman. Kabupaten Blora sedang memasuki musim panen jagung sehingga belum ditemukan adanya kelangkaan stok,” jelasnya.

Meski stok dinilai aman, tim tetap mencermati pergerakan harga jagung yang masih mengalami fluktuasi. Perubahan harga disebut berkaitan dengan dinamika harga dari pabrik serta keputusan pelaku usaha dalam menentukan waktu transaksi.

“Perubahan harga masih terjadi dan sifatnya fluktuatif. Pelaku usaha maupun pembeli sama-sama melihat perkembangan harga sebelum melakukan transaksi,” ungkap Ipda Iwan.

Pemantauan tersebut melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Tim Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri, Kementerian Pertanian RI, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah, Satgas Pangan Polres Blora, Bapanas, Bulog hingga Dinas Pertanian Kabupaten Blora.

Dari Tim Satgas Pangan Mabes Polri hadir Kombespol Egy Andrian Suez dan Ipda Farrel Leondy. Sementara dari Kementerian Pertanian RI hadir Maya Puspita Sari, Riza Imam, Sasa dan Agatha.

Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah turut menurunkan Nur Sita Dewi, Dewi Sulistiyani, Triman dan Ika Cahya. Dari Ditreskrimsus Polda Jateng hadir AKP Supriyono, Aiptu M. Fathoni, Aipda Andri Cahyo Setyawan dan Briptu Rifki Ardian Febrianto.

Sementara Satgas Pangan Polres Blora dalam kegiatan tersebut melibatkan AKP Zaenul Arifin, S.H., M.H., Ipda Iwan Nugroho, S.H., Briptu Alfian Saski dan Bripda Yosie Setya P.

Selain itu, Bapanas diwakili Bu Mila, Bulog diwakili Agus Sukowihono selaku Kabulog, sedangkan Dinas Pertanian Kabupaten Blora diwakili Sekretaris Dinas Pertanian Lilik bersama Joko.

Ipda Iwan mengatakan keterlibatan lintas instansi menunjukkan bahwa pemantauan stok jagung dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak sebatas menghitung jumlah komoditas yang berada di gudang, tetapi juga melihat rantai pasok dari petani hingga pengguna akhir.

“Yang menjadi perhatian adalah bagaimana stok tetap tersedia, harga tetap terpantau dan distribusi berjalan. Kami akan terus melakukan pemantauan bersama instansi terkait apabila ditemukan perkembangan yang perlu ditindaklanjuti,” katanya.

Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 12.30 WIB, seluruh rangkaian pemantauan berjalan aman dan kondusif. Berdasarkan hasil pemeriksaan di tiga gudang, tim menyatakan stok jagung masih dalam kondisi aman dan tidak ditemukan adanya penimbunan.

Kondisi tersebut menjadi catatan penting di tengah musim panen jagung di Kabupaten Blora. Pemerintah dan aparat penegak hukum tetap menempatkan pemantauan stok sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran distribusi sekaligus mencegah munculnya persoalan harga dan pasokan di lapangan. (MBPN-ISMAN)