BALI | bhayangkaraperdananews.com – Suara penolakan terhadap pembangunan Lift Kaca di Pantai Kelingking, Nusa Penida, makin nyaring. Kali ini, anggota DPD RI Niluh Djelantik turun tangan dan menyuarakan penolakannya secara tegas.
Dengan nada geram, Niluh menegaskan bahwa proyek tersebut tidak perlu dikaji ulang, tapi harus dihentikan total.
“Untuk apa dikaji ulang? Ya ampun! Memimpin Bali bukan untuk jadikan Bali dan rakyatnya ajang uji coba,” tegas Niluh, Jumat (31/10/2025).
Niluh mengingatkan bahwa penolakan masyarakat sudah muncul sejak 1,5 tahun lalu, sebelum lift kaca itu dibangun. Namun, menurutnya, proyek tetap berjalan seolah tanpa pengawasan.
“Kenapa dibiarkan pembangunannya? Kenapa seolah terjadi pembiaran?” ujarnya penuh kecewa.
Tokoh perempuan asal Bali itu menegaskan bahwa Bali bukan tempat untuk dieksploitasi atas nama pariwisata.
“Bali itu ibarat hotel berbintang. Kelola dengan profesional, dengan kearifan lokal. Pariwisata untuk Bali, bukan Bali untuk pariwisata,” tandasnya.
Niluh juga menyindir para pemimpin daerah agar benar-benar memahami makna hospitality dalam konteks budaya Bali.
“Industri hospitality saja kalau mau rekrut karyawan banyak syaratnya — harus paham adat, tradisi, budaya, dan bisa berbahasa asing. Sekelas kepala daerah pun harusnya bisa belajar dari Marcomm Director, bahkan dari customer service officer!” katanya dengan sindiran tajam.
Menurut Niluh, pemimpin Bali harus mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan dan kelestarian.
“Bali itu berkelas, anggun, elegan — tapi juga harus tegas menjaga dirinya,” pungkasnya.
Warganet langsung ramai! Banyak yang mendukung langkah Niluh agar pembangunan Lift Kaca Kelingking dihentikan demi menjaga keaslian alam dan marwah budaya Bali. (MBPN-Nengah Suena)
