• Sel. Des 7th, 2021

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Tiang Penyangga Jembatan Ngleben Karanglangu Kedungjati Hanyut Terbawa Derasnya Air

Byadmin

Nov 4, 2021

GROBOGAN, bhayangkaraperdananews.com – Hujan lebat sekitar jam 16:30 wib selama 1,5 jam mengakibatkan tiang penyangga jembatan Ngleben Desa Karanglangu kecamatan Kedungjati kabupaten Grobogan, hanyut tersapu derasnya air, Kamis 04 Nopember 2021.

Hujan yang sangat lebat sekali diwilayah Mrapat, Traban, Kalimaling , Bantal dan sekitarnya, dan bertemunya aliran sungai di dukuh candi desa Repaking, kencangnya arus sungai mengakibatkan tergerusnya beton penyanggah  yang terbuat dari besi, bergeser ratusan meter.

Gubernur Jawa tengah H Ganjar Pranowo melihat langsung kondisi jabatan yang kurang layak, dua tahun yang lalu, dan memerintahkan PU untuk diberi penyangga sementara dari besi, Kini jembatan sangat berbahaya bila dilintasi truk yang bermuatan berat, padalah jalan tersebut satu satunya jalan yang menghubungkan antara kecamatan Wonosamudro dan Kedungjati, akses perokomian yang sangat vital sekali.

Beberapa rumah warga yang ada di bantaran sungai candi juga terkena luapan air, diantaranya rumah Janu Suprihatin dan Musiren warga desa candi RT 04 RW 01, hingga sampai kedapur rumah dan Teras, warga  yang ada disekitar bantaran sungai canti sempat ketakutan, bergotong royong menyelamatkan barang barang ketempat yang lebih tinggi, dan memindahkan binatang ternak ke tetangga yang tak kebanjiran.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada pejabat yang meninjau lokasi, padahal bila tidak segera teratasi akan fatal, jembatan tak bisa dilalui mobil truk pengangkut sembako pupuk dll.

Banjir juga menggenangi pondok pesantren Al Idrus yang diasuh KH Subeki dukuh kalikidang desa Repaking, dan beberapa rumah porak poranda diterjang angin puting beliung, banyak pohon yang  roboh menimpa rumah warga di dukuh Ndukoh Repaking, Wonosamudro Boyolali.

Camat wonosamudro Joko Suseno bersama anggota koramil dan polsek meninjau langsung warga Ndukoh dan ponpes Al Idrus,dan beberapa rumah yang terendam banjir, dihubungi via telpon lurah Ngrepaking Jumiren  membenarkan bahwa sampai pukul 21,00, masih turun hujan. (MBP news – Muhtarom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *