• Sel. Sep 21st, 2021

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Tiga Pj Keuchik di GUMER Tersingkat dan Terpanas

Byadmin

Jul 27, 2021

Aceh Singkil, bhayangkaraperdananews.com
Tiga Pj(Pejabat) Keuchik diganti secara tiba-tiba hanya dengan masa tugas satu bulan. Fenomena pimpinan setingkat Desa itu terjadi di Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil.

Berbagai alasan yang Logika dan faktanya sebagi Pj.Keuchik(Kepala Desa), bahwa tiga Kades itu diganti karena mengundurkan diri setelah bertugas hanya satu bulan. Adapun tiga Pj yang mengundurkan diri itu antaralain, Rahmat Murni, sebagai Pj Kades Gunung Lagan, Ainul sebagai PJ Kades Pandan Sari, serta Aslim Syahputra Sebagai Pj Kades Tanah Bara.

Agar menjaga stabilitas roda Pemerintahan di Desa, maka selaras dengan Peraturan yang berlaku, Bupati Aceh Singkil menerbitkan S.K untuk menggantikan tiga Pj yang mengundurkan diri, dan sekaligus melantik Pj yang baru.

Camat Gunung Meriah, Drs.Abdul Hanan, atas nama Bupati Aceh Singkil, melantik tiga Punggawa Desa itu pada Senin(26/7/21), acara berlangsung di Aula kantor Camat GUMER di Rimo.

Hadir dalam acara pelantikan itu, Camat Gumer beserta jajarannya, unsur Muspika Gumer, dan pihak keluarga Pj yang dilantik, serta undangan lainnya.

Pj yang baru dilantik itu diantaranya, Ibrahim, sebagai Pj Kades Pandan Sari, M.Yahya, sebagai Pj Kades Tanah Bara, dan Sahidun sebagai Pj Kades Gunung Lagan. Ketiganya hanya bertugas Lima bulan kedepan, kerna pada bulan November 2021 sudah diadakan pemilihan Kepala Desa defenitif serentak di Kabupaten Aceh Singkil.

Amanat Camat Gumer, Drs.Abdul Hanan, menyampaikan dalam acara itu, bahwa ke tiga Pj yang dilantik itu agar bertugas dengan penuh disiplin dan loyalitas yang tinggi terhadap masyarakat. Masa tugas sangat singkat dan padat. Tugas hanya lima bulan, kemudian sudah memasuki tahapan Pilkades, urainya.

“Para bapak Pj yang dilantik hari ini harus benar-benar bertugas dengan disiplin dan cekatan. Kerna masa tugas sangat singkat dan padat, maka itu haruslah menjiwai dan mengayomi warga masyarakat di desa masing-masing. Pj yang dilantik hari ini tampil sebagai memfasilitasi suksesnya Pilkades bulan November yang akan datang, dan menjalankan roda pemerintahan di Desa serta dapat bertanggung jawab atas dana desa yang dilaksanakan dalam masa tugas.bertugaslah dengan baik dan jalankan sesuai aturan serta Ayomi Masyarakat”, Pungkas, Abdul Hanan dengan tegas.

Sekilas Tersingkat dan Terpanas

Keputusan para Pj (Pejabat)Kades yang mengundurkan diri di Kecamatan GUMER itu sangat jarang terjadi. Padahal sebulan yang lalu, Bupati Aceh Singkil, Dilmusrid, telah melantik Pj serentak yaitu 38 orang Pj se-Aceh Singkil, termasuk diantaranya tiga orang yang mengundurkan-red. Sudah dipastikan bahwa Bupati telah menyeleksi para anak buahnya yang notabene ASN itu. Namanya sebagai Pemimpin di Desa atau sebutan di Aceh Singkil (Kepala Kampung), tentu dipilih dari ASN yang terbaik yang mempunyai disiplin ilmu dan juga memiliki integritas sebagai Pemimpin.

Namun pilihan Bupati, itu kiranya terjadi diluar dugaan yang tidak terprediksi sesuai situasi kondisi lapangan di tengah-tengah masyarakat kampung.
Justru keadaan yang dirasakan oleh tiga Punggawa itu, maka secara sukarela membuat surat pengunduran diri, daripada meneruskan namun makan hati.

Sangat jelas, bahwa Bupati mempunyai catatan tersendiri terhadap anak buahnya itu, walaupun kerelaan pengunduran diri tersebut dilandasi dengan alasan yang sesuai dengan fakta dan Logika. Sangat simple, bahwa ketiganya memberi point karena alasan kesehatan. “Kami sakit, dan selama menjabat beberapa hari di kampung, kesehatan kami terganggu serta rasanya tidaklah mampu untuk meneruskan”, ujar Rahmat murni dan di Amini dua koleganya.

Tidak terbantahkan, bahwa romantika kehidupan dan serba-serbi ikhwal masyarakat di Kampung sangatlah menarik dan penuh bermakna. Apalagi sudah memasuki tahapan Pilkades, terlihat jelas suasana perpolitikan di Kampung sudah terasa getarannya. Walau hanya memilih Kades, namun trend dan gengsinya melebihi pemilihan DPR. Begitulah fenomena di Masyarakat desa, kerna bagi mereka bahwa Kepala Desa itulah sebagai simbol kepemimpinan yang menjadi panutan, sekaligus sebagai inspirator.

Sudah mulai terasa panas politik di Kampung-kampung yang akan melaksanakan pemilihan, kata salah seorang warga di gunung lagan. Maklumlah, bahwa saat ini sudah dapat terbaca oleh warga siapa-siapa yang akan tampil sebagai balon(Bakal Calon). Bahkan sudah terlihat kasak-kusuk untuk melengkapi persyaratan administrasi dan juga menyusun strategi. Kecuali itu, bahwa “TS” dari Balon tersebut seolah-olah sudah memetakan suara yang akan direkrut dan melakukan loby secara terukur.

Ya..itu dia, benar sudah terasa panas, apalagi ada rangkaian pelaksanaan anggaran di desa yang harus dikerjakan maupun sudah terlaksana dan itu wajib dipertanggung jawabkan. Bagi warga semua itu harus transparan dan akuntabel, sebab mereka berharap agar desa nya lebih maju lagi kedepannya.

Getaran politik itulah mungkin terasa panas dirasakan Ainul cs, sehingga membuat mereka secara Gantleman mengundurkan diri sebagai Pj.
Namun Camat Gumer sangat mengapresiasi mereka bertiga, walau hanya sesingkat itu mampu sebagai pemimpin. Kepada Ibrahim cs, Camat Gumer, Abdul Hanan, mengucapkan selamat bertugas ! dan diharapkan dapat bersinergi dengan perangkat desa, serta menjadi Tauladan bagi masyarakat.
Semoga…!
(MBP-N, 02/HT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *