• Sen. Jan 17th, 2022

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

BPS Aceh Singkil : Tahun 2021 Angka Keparahan Kemiskinan di Aceh Singkil Meningkat 0,16 Persen

Byadmin

Des 6, 2021

ACEH SINGKIL,bhayangkaraperdananews.com – Keparahan Kemiskinan di Kabupaten Aceh Singkil meningkat sekitar 0,16 Prosen. Peningkatan angka keparahan kemiskinan tersebut terindikasi oleh pengaruh Covid-19.

Pada tahun 2020 jumlah masyarakat miskin di Aceh Singkil sebanyak 25,43 ribu jiwa dengan persentase 20,20 persen.

Sedangkan per November tahun 2021 jumlah keparahan kemiskinan sebanyak 25,48 ribu jiwa dengan persentase 20,36 prosen.

” Jadi, ada kenaikan sekitar 0,16 persen, tapi tidak terlalu besar”, kata kepala Badan Pusat Statistik kab.Aceh Singkil, Yuniarto, Senin (06/12/2021) di Kantornya di Singkil.

Yuniarto, juga mengatakan Indeks tingkat kedalam keparahan penduduk miskin dan tampak meningkat.

Pada tahun 2020 jumlah kedalaman keparahan Kemiskinan sekitar 3,55 persen dan sedangkan pada tahun 2021 naik sekitar 3,67 persen.

” Ada peningkatan 0,17 persen kedalaman keparahan kedalaman kemiskinan, jadi semakin besar semakin dalam penduduk Miskin,”ungkapnya.

Berbeda dengan garis kemiskinan, menurutnya ada penurunan, dijelaskan bahwa kedalaman garis kemiskinan (GK) pada tahun 2020 itu ada sekitar 1,03 persen dan pada tahun 2021 menjadi 0,91 persen.

” Jadi ada penurunan kedalaman garis kemiskinan (GK) sekitar 0,12 persen,”ucapnya.

Sementara itu ia juga mengatakan untuk jumlah pengeluaran perkapita atau perjiwa pada tahun 2021, meningkat sebesar Rp 487,249 dan pada tahun 2020 pengeluaran perkapita Rp 473,983 rupiah.

Untuk skala Aceh kata dia, Jumlah pengeluaran perkapita atau perjiwa perbulannya pada tahun 2020 Rp 552,126 dan pada tahun 2021 Rp 541,109 rupiah.

” Kalau anaknya 4 dikalikan 4, itulah pengeluaran perkapita atau perjiwa dan perbulannya yang dikeluarkan,”pungkasnya.

Untuk diketahui, hasil data Susenas ini dilakukan pada bulan Maret 2021 (Statkesra) dan di publikasi pada Desember tahun 2021. Dan sampel yang dilibatkan dalam pendataan ini sebanyak 550 kepala keluarga, metode yang digunakan yakni Random atau sistem Acak. (MBPN-A2/HT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *