• Sel. Mei 17th, 2022

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Kerap Dianiaya Bersama Ibu dan Adiknya, Pelajar di Parepare Tikam Ayah Tiri hingga Tewas

Byadmin

Feb 16, 2022

SULSEL, Bhayangkaraperdananews.com – Warga Kota Parepare digegerkan dengan kasus pembunuhan yang terjadi di Jalan Sosial, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan.

Pelaku pembunuhan lelaki S (18) merupakan anak tiri dari korban lelaki MI (37). Pelaku menghabisi nyawa MI dengan cara menikam korban menggunakan sebilah badik berukuran panjang sekitar 12 cm. Pelaku menghunuskan badik ke perut korban sebanyak 3 (Tiga) kali disaat korban sedang tertidur pulas, Rabu, 16 Februari 2022, sekira pukul 05.00 subuh.

Anggota piket fungsi di Mapolsek Soreang yang menerima laporan warga terkait peristiwa itu, langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan pelaku berikut barang bukti yang digunakan pelaku menghabisi nyawa korban.

Setelah dilakukan olah TKP, jajaran Polsek Soreang yang dipimpin langsung Kapolsek Soreang, IPTU Dr. Muh Natsir, menggelar Press Release terkait peristiwa pembunuhan itu, di Mapolsek Soreang, Rabu (16/2) sekira Pukul 09.00 Wita.

Kapolres Parepare, AKBP Andiko Wicaksono, melalui Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Hasdin mengatakan, pelaku S (18) tinggal serumah dengan korban MI (36) yang tidak lain adalah bapak tirinya.

Adapun motif pembunuhan, kata dia, dilatarbelakangi dendam pribadi pelaku terhadap korban. Pelaku tidak terima dirinya sering dipukuli oleh korban. Bahkan, korban sering pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan kerap kali melakukan pemukulan terhadap Ibu dan adik-adik pelaku, yang membuat tersangka memendam amarahnya dan akhirnya nekat membunuh ayah tirinya itu.

“Dia (pelaku) menyampaikan, setiap pulang di rumah (korban) dalam keadaan mabuk, habis minum. Kemudian di rumah pelaku sering dipukuli oleh korban,” ujar AKP Hasdin, didampingi Kasi Humas Polres Parepare Ipda M Faesal, di hadapan sejumlah media.

“Sering dipukuli juga istrinya atau mama pelaku. Termasuk adik-adik pelaku kalau dia (korban) sedang mabuk,” sambung dia.

Olehnya itu, pelaku yang menganggap dirinya sudah cukup dewasa, dan sering melihat ibunya dipukuli, pelaku merasa iba, makanya dia (pelaku) melakukan perbuatan itu.

“Alat yang digunakan itu badik. Yang dilihat di tiang rumahnya diselipkan, itu yang dia (pelaku) ambil dan gunakan. Jadi, spontan dia keluar, dia ambil lalu dibangunkan bapak tirinya. Kemudian ditusuk tiga kali,” terangnya.

Terhadap pelaku, lanjut dia, disangkakan pasal 338 dengan ancaman hukuman 15 tahun ke atas.

“Nanti kita lakukan perkembangan seperti apa. Yang jelasnya ancaman hukumannya 15 tahun ke atas,” pungkasnya.(MBP-NEWS Tamzen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.