• Sat. Aug 29th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

KKR FKK SMA-SMK Kudus Ajak Pelajar Peka Mendengar Panggilan Tuhan

KUDUS |bhayangkaraperdananews.com — Suasana penuh sukacita mewarnai pelaksanaan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) NE 3 Pelajar Kristiani SMA-SMK se-Kabupaten Kudus yang diselenggarakan oleh Forum Kerohanian Kristen (FKK) SMA-SMK Kabupaten Kudus, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut berlangsung di Gereja Isa Alamasih (GIA) Kudus dan diikuti oleh para pelajar Kristiani dari berbagai SMA dan SMK di wilayah Kabupaten Kudus.

KKR menjadi momentum bagi para pelajar untuk berkumpul, beribadah, memuji dan menyembah Tuhan, sekaligus mendapatkan penguatan iman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan sebagai generasi muda.

Dalam kegiatan tersebut, Pdm. Daniel Talenta hadir sebagai pembicara dengan mengangkat tema “Do You Hear Me? Yes, Here I Am”.

Tema tersebut mengajak para pelajar untuk membangun kepekaan dalam mendengarkan suara dan panggilan Tuhan. Tidak berhenti pada kemampuan mendengar, para peserta juga diajak untuk berani memberikan respons melalui kehidupan nyata.

Pdm. Daniel Talenta menyampaikan pentingnya generasi muda memiliki kepekaan terhadap kehendak Tuhan di tengah berbagai suara dan pengaruh yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Kehidupan pelajar saat ini tidak terlepas dari berbagai tantangan, mulai dari lingkungan pergaulan, perkembangan teknologi, media sosial hingga tuntutan pendidikan. Karena itu, para pelajar perlu memiliki kemampuan untuk membedakan berbagai pengaruh yang datang dalam kehidupan mereka.

Pesan “Yes, Here I Am” menjadi ajakan agar para pelajar tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga memiliki keberanian untuk menjawab panggilan Tuhan melalui tindakan konkret.

Para pelajar diajak menunjukkan iman melalui sikap sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, menghargai orang lain, menghindari perundungan, serta mampu menjadi teladan bagi teman-temannya.

Ketua Forum Kerohanian Kristen (FKK) SMA-SMK Kabupaten Kudus), Pascalia, menyampaikan bahwa KKR menjadi salah satu momentum penting untuk mempertemukan pelajar Kristiani dari berbagai sekolah.

Menurut Pascalia, keberadaan FKK diharapkan tidak hanya menjadi wadah kegiatan kerohanian, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelajar untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman dan bertumbuh bersama.

“Melalui KKR ini kami berharap anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman beribadah bersama, tetapi juga mendapatkan kekuatan dan semangat baru untuk menjalani kehidupan mereka sebagai pelajar Kristiani,” ungkap Pascalia.

Ia menilai tema “Do You Hear Me? Yes, Here I Am” sangat relevan dengan kehidupan generasi muda. Di tengah banyaknya suara dan pengaruh yang hadir melalui lingkungan maupun media sosial, pelajar perlu belajar untuk mendengarkan suara Tuhan dan memahami panggilan-Nya.

Pascalia berharap kegiatan seperti KKR dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Harapannya, FKK semakin solid dan anak-anak semakin berani menjadi generasi yang membawa dampak positif, baik di sekolah, keluarga maupun di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Penyuluh Agama Kristen, Nani Handayani, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan KKR yang melibatkan pelajar Kristiani SMA-SMK se-Kabupaten Kudus.

Menurut Nani, pembinaan spiritual bagi generasi muda memiliki peranan penting dalam membentuk karakter pelajar. Pendidikan tidak hanya berbicara mengenai pencapaian akademik, tetapi juga bagaimana seorang anak memiliki karakter, integritas dan kepedulian terhadap sesama.

“Kegiatan seperti ini sangat baik karena memberikan ruang kepada anak-anak untuk bertumbuh dalam iman sekaligus membangun karakter mereka. Anak-anak perlu mendapatkan pendampingan agar mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap memiliki nilai-nilai yang baik,” ujarnya.

Nani juga berharap para pelajar tidak berhenti pada pengalaman spiritual selama mengikuti KKR. Nilai dan pesan yang diterima diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, jawaban “Yes, Here I Am” harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Pelajar dapat menjadi pribadi yang membawa kedamaian, menghargai perbedaan, membantu sesama, menjaga pergaulan dan menjadi teladan di lingkungan sekolah.

“Harapan saya, anak-anak ini dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki iman, karakter dan kepedulian sosial. Mereka harus mampu menjadi berkat bagi keluarga, sekolah dan masyarakat,” tegas Nani.

Bagi para peserta, KKR tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk bertemu dan membangun kebersamaan dengan pelajar Kristiani dari berbagai sekolah di Kabupaten Kudus.

Sejumlah pelajar mengaku mendapatkan pengalaman dan pesan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Tema yang diangkat dinilai dekat dengan kehidupan mereka sebagai generasi muda.

Salah satu peserta mengungkapkan bahwa KKR memberikan kesempatan baginya untuk kembali melakukan refleksi terhadap kehidupan pribadi.

“Yang paling berkesan adalah kami bisa beribadah bersama teman-teman dari sekolah lain. Dari firman yang disampaikan, kami diingatkan untuk lebih peka dan tidak hanya mendengar, tetapi juga melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan,” ujarnya.

Peserta lainnya berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan.

“Semoga kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Kami berharap bisa lebih sering bertemu, beribadah bersama dan saling menguatkan,” katanya.

Pelaksanaan KKR yang digagas FKK SMA-SMK Kabupaten Kudus tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun pembinaan kerohanian bagi pelajar Kristiani.

Melalui kegiatan bersama, para pelajar tidak hanya diarahkan untuk memiliki kehidupan iman secara pribadi, tetapi juga didorong untuk mampu menghadirkan nilai-nilai kasih, kepedulian, toleransi, persaudaraan dan tanggung jawab dalam kehidupan sosial.

Pesan yang disampaikan dalam KKR menjadi semakin bermakna ketika para pelajar diajak untuk menjawab panggilan Tuhan melalui tindakan nyata.

“Do You Hear Me? Yes, Here I Am” bukan sekadar tema kegiatan, melainkan sebuah ajakan kepada generasi muda untuk berani mengatakan bahwa mereka siap mendengar, belajar, bertumbuh dan mengambil bagian dalam menghadirkan kebaikan di tengah kehidupan.

Dengan semangat tersebut, FKK SMA-SMK Kabupaten Kudus diharapkan terus menjadi ruang positif bagi pelajar Kristiani untuk bertumbuh dalam iman, membangun persaudaraan serta mempersiapkan diri menjadi generasi muda yang berkarakter dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. (MBPN-ian hadi)