• Sab. Okt 23rd, 2021

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Pencabutan Nomor Urut Cakades di Gumer Diwarnai Protes

Byadmin

Okt 11, 2021

ACEH SINGKIL, bhayangkaraperdananews.com – Tahapan pencabutan nomor urut calon Kepala Desa di kecamatan gunung meriah,kab. Aceh Singkil, diwarnai dengan protes.

Pencabutan nomor urut calon tetap kepala desa itu, diikuti 40 orang dari 11 desa di kec.Gumer, dilaksanakan di aula kantor Camat Gumer, Minggu (10/10/21) di Rimo.

Hadir dalam acara itu, Camat Gumer, Drs. Abdul Hanan dan Unsur Muspika Gumer, para Pj.Kades, ketua BPG, para petarung cakades(Calon Kepala Desa), serta masyarakat pendukung Cakades dari 11 desa.

Dalam acara itu terlihat ramai sekali, para pendukung berjubel di dalam ruangan maupun diluar aula kantor camat, sehingga sulit untuk menerapkan Prokes yang semestinya. Maklumlah, masyarakat menganggap bahwa memberi dukungan terhadap calon pemimpin di desa nya itu, sangatlah krusial sekali bagi mereka. Sehingga para pendukung memposisikan tahapan Pilkades serentak itu bagaikan Pemilihan Kepala Daerah.

Walaupun Tahapan Pilkades itu tergolong sukses, namun ada insiden kecil berupa protes dari masyarakat yaitu dari desa Sanggaberu Silulusan. Mereka mempersoalkan tentang regulasi untuk Pilkades, semenjak awal untuk kelengkapan persyaratan Cakades.

Seperti yang disampaikan Boas Tumangger, perwakilan masyarakat dari desa Sanggaberu Silulusan, mengatakan bahwa diduga ada persekongkolan jahat tentang aturan kelengkapan persyaratan khususnya di kec.Gumer, yaitu surat dari kepala mukim.

Dikatakannya, tidak ada peraturan bahwa seorang calon kepala desa diwajibkan melampirkan surat keterangan dari kepala mukim. Kalaupun ada aturan yang baru, Namun P2K desa tidak pernah memberikan pemberitahuan kepada para kandidat Cakades. Aturan tentang itupun Multi tafsir, seperti yang disampaikan oleh Kabag Pemerintahan Aceh Singkil, ujar Boas.

Dalam hal itu kata Boas, masyarakat dirugikan karena ada satu calon yang gugur dari desanya karena tidak melampirkan surat dari kepala mukim yang dimaksud.

“Regulasi tentang Pilkades di kec.Gumer ini sepertinya berubah-ubah, dan terkesan tidak transparan. Kami menduga ada kepentingan oknum tertentu dalam hal Pilkades, sehingga persyaratan bisa timbul seketika. Dalam hal ini ada kandidat yang dirugikan. Kami masyarakat juga dirugikan, dan kami akan menempuh jalur hukum demi keadilan “, tegas, Boas Tumangger.

Terkait protes warga, Pihak P2K(Panitia pemilihan keuchik) kecamatan Gumer, melalui Kasi Pemerintahan, Saiful, mengatakan bahwa tidak ada persekongkolan tentang Pilkades di Gumer. Jangan mengatakan bahwa ada persekongkolan jahat, ujar Saiful.

“Persyaratan maupun tahapan, sudah ada aturan yang lengkap serta mekanisme sesuai Qanun, perturan dan perundang-undangan tentang Pilkades. Kalau ada pihak-pihak atau masyarakat yang tidak terima atau merasa dirugikan, silahkan tempuh jalur hukum. Yang jelas, kami sudah melaksanakan sesuai regulasi yang diamanatkan”, pungkas Saiful.

Undian penetapan nomor Cakades itu disertai dengan ‘Deklarasi Bersama’ para Calon Punggawa Desa, dengan bersemangat.(MBPN-02_A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *