REMBANG, bhayangkaraperdananews.com – Tradisi Tahunan Syawalan/Ketupatan yang di gelar setiap tahun sekali oleh masyarakat Kabupaten Rembang tahun 2021 ini tampak sepi. Acara Syawalan/Ketupatan yang biasanya di pusatkan di Taman Kartini Rembang dengan budaya Larungan dengan sesaji kepala kerbau atau sapi yang di Larung di laut tahun ini tidak ada.20/5/2021.
Pengelola Pantai Kartini Sriyono membeberkan perihal Tradisi Syawalan atau Ketupatan yang biasa di gelar setiap Tahun sekali di Taman Kartini. Semenjak masa Pandemi Taman Kartini Tutup tidak menerima pengunjung.
Alhdulillah pada Syawalan Tahun ini Bupati Rembang mengeluarkan Perbub untuk Wisata bisa di buka tetapi ada persyaratan yang harus di patuhi yaitu penetapan mematuhi Prokes bagi pengunjung.
Sriyono menjelaskan Di Taman Kartini sudah menerapkan Prokes dari pengunjung mulai masuk sampai dalam lokasi wahana di Taman Kartini Rembang.
Mengecek suhu, Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak. Semua peralatan sudah di siapkan di tempat tempat yang banyak di kunjungi pengunjung.
Untuk wahana yang mengarah ke laut Taman Kartini sudah mengeluarkan edaran dan bener peringatan untuk wahana laut di tutup.
Yang biasanya wahana laut di pergunakan untuk berlayar para pengunjung wisata untuk tahun ini Hannya wana di dalam Taman Kartini saja yang di buka.
Bagi penjual yang biasanya menyewa lahan dari depan Taman Kartini sampai dengan Jalan Raya jalur Lasem Semarang, sekarang di batasi hanya 60 pedagang itupun di tempatkan di dalam Taman Kartini.
Di Taman Kartini pengunjung juga di batasi hanya 25% pengunjung yang boleh masuk. Di Taman Kartini juga di siapkan rumah karantina bagi pengunjung yang terpapar Covid 19, dan di jaga ketat oleh Tim dari Polres dan Kodim 0720 Rembang, Pungkasnya. (MBPN-Suparjan)
