• Thu. Jun 11th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Tarian Te’o Renda dengan Penari Terbanyak di Kabupaten Rote Ndao Raih Rekor Muri

Rote – Nusa Tenggara Timur, bhayangkaraperdananews.com – Kabupaten Rote Ndao mencatat Rekor MURI melalui pagelaran tarian Te’o Renda dengan penari terbanyak. Pagelaran tersebut berlangsung hari ini, 8 Juli 2022 dimulai pada pukul 15.00 WITA. Pagelaran tarian Te’o Renda tersebut diikuti oleh lebih dari 2022 penari yang berasal dari beragam kalangan masyarakat. dengan memakai busana khas tradisional etnis Rote yang didominasi oleh tenunan adat dan topi adat Ti’i Langga, para penari tersebut menarikan tarian Te’o Renda mengikuti irama musik tradisional etnis Rote.

Tarian Te’o Renda biasanya ditarikan umtuk menyambut tamu/pejabat dan pada kegiatan-kegiatan suka cita di kalangan masyarakat serta dilakukan secara berkelompok maupun massal. Lagu Te’o Renda, biasanya dinyanyikan oleh para pencinta musik sasandu dengan syair yang menggambarkan wujud ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan para leluhur atas hasil panen yang mereka peroleh. Tarian dan Lagu Te’o Renda ini juga dinyanyikan atau disyairkan untuk menyambut para tamu atau pembesar yang berkunjung sebagai wujud nyata bahwa rakyat atau masyarakat di tempat itu menyambut para tamu tersebut dengan senang hati dan sukacita.

Dalam sambutannya, Jaya Suprana selaku ketua umum MURI menyampaikan apresiasinya atas pagelaran tarian Te’o Renda tersebut dan berharap agar melalui pagelaran tarian Te’o Renda tersebut, semangat cinta bangsa dan cinta tanah air semakin ditumbuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Rote Ndao, sebagai pulau paling terselatan di Indonesia yang berbatasan langsung dengan Australia merupakan bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia menyimpan banyak kekayaan alam dan potensi wisata yang menarik dan dapat menjadi potensi pengembangan daerah dan masyarakat Rote Ndao,

Pagelaran tarian Te’o Renda yang dilaksanakan di lapangan kantor Bupati Rote Ndao dihadiri oleh Bupati Rote Ndao, Paulina Haning – Bulu SE beserta beragam perangkat daerah kabupaten Rote Ndao dan juga ribuan masyarakat Rote Ndao yang memadati lapangan tersebut. Mereka berasal dari  10 kecamatan yang tersebar di seluruh wilayah pemerintahan Kabupaten Rote Ndao.

Pendeta Mea Eluama, salah satu anggota masyarakat yang menghadiri pagelaran tarian tersebut sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. menurutnya, pagelaran tarian Te’o Renda tersebut merupakan representasi dari Motto Kabupaten Rote Ndao, “ITA ESA” yang bermakna menyatukan beragam perbedaan, baik etnis, agama dan budaya dalam suatu bingkai kesatuan wilayah Kabupaten Rote Ndao. (MBPN-Daud Alfons Pandie)