Aceh Singkil, bhayangkaraperdananews.com – Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM) di Kabupaten Aceh Singkil dinilai masih minim promosi dan Inovasi.
Hal ini diutarakan oleh Sufirmansyah, koordinator Peneliti Ekonomi dan kewilayahan dari Bappeda, usai melihat langsung persoalan dan kendala UMKM di Aceh Singkil.
“Kalau dari segi kualitas, produknya tidak kalah. Tapi memang promosi kita yang kurang, dan juga kemasannya perlu dibuat menarik,” ujar Sufirmansyah, kepada media Sabtu(02/7/22,).
Menurutnya, potensi UMKM didaerah ini sangat besar, namun belum digarap secara optimal. Ini menjadi peluang untuk menigkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan data, saat ini ada ribuan UMKM jl yang terdaftar di Dinas koperasi dan UKM setempat.
Sangat disayangkan bahwa belum ada produk unggulan Aceh Singkil yang benar dikelola secara konsisten , dan mampu menembus pasar regional, nasional, maupun Internasional.
“Kurangnya promosi dan terbatasnya kemampuan membuat kemasan produk atau package, membuat produk-produk unggulan belum mampu bersaing”, uangkapnya.
Hal senada juga disampaikan Akademisi fakultas Ekonomi dan bisnis, Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Dr.Srinita, usai melihat langsung usaha tahu dan tempe, lokan crispy, serta kasab sulam emas.
Srinita mengatakan, jika UMKM ini digarap secara maximal, maka dapat menyerap tenaga kerja, sehingga ekonomi bisa lancar dan meningkat.
Sehingga bisa melepas status Aceh Singkil sebagai kabupaten termiskin di prov.Aceh. (MBPN_ A1/02.HT)
